Gaya Hidup

Ibu sebagai Madrasatul Ula, Selalu Berusaha Bersikap Terbaik

CIANJURTODAY.COM – Setiap tanggal 25 November ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghargaan bagi para pengajar dan tenaga kependidikan. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa yang disebut guru bukanlah hanya para pengajar yang ada di sekolah atau pengajar dalam pendidikan formal.

Tapi setiap orang yang memberikan pemahaman dan pelajaran kepada kita, tetutama seorang ibu.

Ibu sebagai Madrasatul Ula

Ibu disebut madrasatul ula berarti sebagai sekolah utama dan pertama bagi seorang anak. Orang pertama menemani hidup seorang anak, seorang ibu memberikan pengajaran dan pembangun pondasi diri anak. Ibu menjadi guru pertama bagi anak, oleh karen jasa seorang ibu sangatlah besar.

Ungkapan yang sering kita dengar dari Hafiz Ibrahim “Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq”. Memiliki makna Ibu adalah madrasah atau pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya.

Mempertaruhkan nyawa saat melahirkan seorang anak, lalu merawat dan menjaga. Tidak sampai disitu, perjuangan seorang ibu memenuhi kewajibannya menjadi pendidik yang baik. Mengajarkan budi pekerti dari sejak dini, saat seorang anak ada dalam bimbingannya sedari kecil.

Ibu Sebagai Pendidik Dasar

Sama halnya sebuah pepatah mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Berarti sikap budi pekerti seorang anak tak akan jauh dari sikap kedua orang tuanya, terutama ibu. Ini karena dalam keseharian anak akan melihat dan mengikuti sebagian besar perilaku ibunya.

Seorang anak pasti mengalami proses belajar melalui imitasi, yakni melakukan proses belajar dengan mengikuti atau meniru orang lain. Proses belajar inilah dilakukan anak dengan melihat ibunya.

Melalui hal inilah secara tidak langsung ibu menanamkan budi pekerti. Selain hal itu, ibu merupakan seorang guru yang memiliki kecintaan, kehangatan, kelembutan, kebaikan, keceriaan, cinta dan kasih sayang yang sangat besar bagi anaknya.

Berikanlah Penghargaan Buat Ibu

Jasa dan perjuangannya dalam mendidik dan membimbing kita bukanlah hal yang kecil. Namun sering kita padang sebagai hal kecil yang sering dilupakan. Padahal sebelum menjadi murid di sekolah kita adalah murid dari ibu kita, bahkan hingga tak kita sadari kita tumbuh dewasa.

Sudah sepatutnya kita membahagiakan dan menghargai seorang ibu, memberikannya bentuk hadiah atau penghargaan mampu menjadi usaha kita untuk membahagiakannya.

Berikut Cianjur Today merangkum beberapa hal yang bisa dilakukan untuk bahagiakan ibu sebagai madrasatu ula di hari guru ini.

Berikan Kejutan atau Hadiah

Memberikan hadiah berupa barang, bunga, atau bahkan makanan kesukaannya mampu memberikan rasa bahagia bagi seorang ibu. Ini karena baginya itu merupakan bentuk perhatian khusus untukny. Bagi seorang ibu perhatian dari anak merupakan hal yang paling diinginkan, terutama anaknya yang sudah tinggal berpisah darinya.

Berperilaku Hangat

Bagi seorang ibu perlakuan yang hangat mampu mambahagiakan hatinya. Berikan ucapan-ucapan yang membahagiakan, seperti ungkapan terima kasih dan rasa sayang menjadi jarang dilakukan orang- orang terhadap sosok ibu. Padahal hal ini penting untuk menjaga keharmobisan hubungan antara anak dan ibu.

Berperilaku romantis bukan hanya pada orang lain di luar sana seperti pacar. Namun lakukanlah pada sosok Ibu yang selalu ada untuk kita, selalu bercengkraman dan sesekali berikan pelukan hangat untuknya sebagai rasa sayang kita.

Selalu Berusaha Bersikap Terbaik

Bukan barang atau hal yang mewah yang utama untuk membahagiakan seorang ibu. Namun bertutur kata dan bersikap sopan sebagai bentuk rasa hormat kita sama halnya pada guru di sekolah. Ibu adalah orang yang harus selalu di hormati, bahkan lebih utama dari siapapun.(*)

Penulis:Siti Nurlela
Sumber: altermedia.id
Foto: http://tuturma.ma

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker