NASIONAL

Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Kursi Menpora Dilirik Demokrat

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, telah ditetapkan menjadi tersangka kasus suap dana hibah KONI. Setelah dijadikan tersangka, Imam langsung mengundurkan diri dari posisinya.

“Tentu saja akan kita segera kita pertimbangkan apakah segera diganti dengan baru atau memakai Plt,” ungkap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, seperti dikutip dari detik.com, Kamis (19/7/2019).

Meski telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menpora kepada Jokowi, namun presiden belum memutuskan.

“Tetapi juga sudah disampaikan kepada saya surat mengundurkan diri dari Bapak Menpora Imam Nahrawi. Tapi, belum (diputuskan), baru satu jam lalu disampaikan ke saya suratnya. Kita pertimbangkan dalam sehari,” ujar Jokowi.

Diketahui, Imam ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum pada, Rabu (18/9/2019) malam. Diiduga, Imam telah menerima suap dengan total Rp26,5 miliar.

Mengenai penetapan dirinya sebagai tersangka, Imam mengaku siap menghadapi kasus dugaan suap hibah KONI. Imam menuturkan bahwa dirinya tidak seperti yang dituduhkan kepadanya selama ini.

“Tentu pada saatnya itu harus kita buktikan bersama-sama karena saya tidak seperti yang dituduhkan dan kita akan ikuti nanti seperti apa proses yang ada di pengadilan,” beber Imam di rumah dinas Menpora, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, (18/9/2019).

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengungkapkan, dalam rentang waktu 2016-2018 Imam pun diduga meminta uang senilai Rp11,8 milyar.

“Sehingga total dugaan penerimaan Rp26,5 milyar tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018,” ujar Alex.

Dilirik Demokrat

Ternyata, kursi Menpora yang akan segera kosong itu, telah dilirik oleh Partai Demokrat untuk diberikan kepada salah seorang kader mudanya, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

“Jika bersalah tentu patut dilanjutkan ke tahapan berikutnya. Demokrat sangat siap untuk masuk koalisi. Tentu AHY menjadi figur terbaik untuk membantu presiden terpilih,” kata Wasekjen Demokrat Putu Supadma Rudana dikutip Liputan6.com, Kamis (19/9/2019).

Meskipun berharap AHY bisa mengisi kursi Menpora, Putu mengembalikan keputusan tersebut kepada Jokowi. Sebagai presiden, Jokowi memiliki kewenangan penuh untuk memutuskan, siapa yang layak menduduki kursi Menpora.

“Silahkan kembali kepada Presiden Jokowi. Tentu yang berhak dan bisa menjawab secara konkret adalah Presiden Jokowi,” ungkap Anggota Komisi X ini.

Putu menilai, sosok AHY dapat menggantikan posisi Imam Nahrawi, selain itu AHY dinilai mampu merepresentasikan sosok anak muda.

“Tentu kembali kepada Presiden Jokowi, Presiden memiliki hak prerogatif. Figur yang tepat muda dan penuh integritas yaitu AHY.” pungkasnya. (ct1/bbs)

Diolah dari berbagai sumber

Baca Selengkapnya

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close
Close

Matikan Blok Iklan Untuk Melihat Berita Kami

Dukung Kami Dengan Tidak Menutup Iklan