Today

Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Cianjur, Bukan Hanya Sekadar Relawan Pengawal Ambulans

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Mungkin tak banyak orang tahu tentang komunitas Indonesian Escorting Ambulance (IEA). Sebab di Indonesia, keberadaan mobil ambulans yang melaju dengan sirine yang meraung-raung masih sering disepelekan. Malah kerap terjadi ambulans yang terjebak macet dan tidak bisa bergerak karena terhalang kendaraan lain.

Secara hukum, ambulans yang sedang bertugas harusnya hanya kalah dengan mobil pemadam kebakaran. Polisi hingga kendaraan pejabat pun wajib berhenti. Hal ini jelas tertulis dalam Pasal 134 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ambulans yang mengangkut orang sakit mendapat prioritas kedua di jalan raya setelah kendaraan pemadam kebakaran yang sedang bertugas.

Korwil IEA Cianjur, Reno Muhammad Afrian (24) mengatakan, fenomena inilah yang membuat komunitas Indonesian Escorting Ambulance (IEA) Kabupaten Cianjur tergerak untuk membantu kelancaran rute para sopir ambulans.

“Secara garis besar, kami ini relawan kemanusiaan. Tupoksi utama kami membantu kelancaran ambulans. Kita tahu sendiri sebagian besar masyarakat ketika mendengar sirine ambulans, malah diabaikan. Jadi kami bagian membantu supaya kendaraan-kendaraan lain mau menepi,” ujarnya pada Cianjur Today, Selasa (22/12/2020).

Melalui visi-misi dan program-program kerja organisasi, lanjut Reno, ke depannya IEA Cianjur akan lebih fokus pada kegiatan penyelamatan.

“Tentu dengan peningkatan SDM, pelatihan, dan pengembangan kemampuan serta menggali lebih dalam potensi-potensi anggota IEA,” paparnya.

Reno bercerita, IEA pertama kali dibentuk oleh Nova Widyatmoko pada 3 Maret 2017 silam. Hingga saat ini, lebih dari 80 wilayah/kota/kabupaten yang selanjutnya menjadi daerah/provinsi resmi tergabung menjadi bagian dari perwakilan IEA termasuk di Cianjur.

“Rata-rata anggota berusia 17 tahun ke atas, karena di IEA menuntut anggotanya memiliki SIM dan berkemampuan lebih tentang kesehatan. Seluruh anggota terdiri dari berbagai profesi berbeda, mulai dari mahasiswa, karyawan, pedagang, dan masih banyak lagi,” ungkapnya.

Dalam kegiatan, lanjut Reno, selain mendampingi ambulans kami juga bergerak atau berkolaborasi dengan pemerintahan dan organisasi-organisasi kesehatan atau sosial lainnya.

“Kegiatan jangka panjang IEA Cianjur adalah akan melatih kembali anggota tentang ilmu pertolongan pertama. Terakhir kegiatan yang kami lakukan adalah kolaborasi bersama Persatuan Marga Thionghoa Indonesia (PSMTI) membagikan sembako kepada kaum jompo,” tuturnya.

Reno mengatakan, prestasi anggota belum ada. Tetapi dengan IEA sampai hari ini telah bekerja sama dengan berbagai pihak, menjadi sebuah prestasi tersendiri.

“Saat pandemi ini kami bekerja sama dengan Klinik Harapan Sehat, Gerakan Berbagi Senyum Ibu Pertiwi (GBSIP), Jabar Bergerak, dan PSMTI dengan membagikan sembako pada warga yang terdampak serta yang positif Covid-19,” paparnya.

Reno berharap, masyarakat semakin memiliki kesadaran tentang pentingnya menepi saat ada ambulans yang lewat di jalanan sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan.

“Target dari IEA Cianjur ialah dapat melahirkan relawan-relawan yang siap dengan tugas kemanusiaan, tanggap terhadap kegawatdaruratan, tangkas dengan segala kemampuan, dan tangguh dengan segala kondisi bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, saat ini IEA Cianjur pun tengah mencari donatur-donatur dan menggalang dana untuk membantu dalam pengadaan unit siaga yang peruntukannya ditujukan bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Mudah-mudahan akan ada banyak donatur yang membantu kami dalam pengadaan unit bantuan bagi warga kurang mampu,” tandasnya.(ct9/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks