Today

Ini Dia, Sejarah 8 Tugu di Cianjur yang Wajib Kaum Milenial Tahu!

CIANJURTODAY.COM – Beberapa tugu yang ada di Kabupaten Cianjur merupakan suatu identitas atau simbol dari keunggulan setiap daerah di Cianjur dan memiliki sejarah yang menarik. Sebut saja, Tugu Tauco, Tugu Pandan Wangi, Tugu Lampu Gentur dan yang lainnya didirikan saat Irvan Rivano Muchtar menjabat sebagai Bupati Cianjur periode 2016.

Dibangunnya tugu agar dijadikan suatu monumental untuk membentuk etos kerja dan komitmen membangun potensi diri yang mempunyai kekhasan daerah secara kompetitif, dalam meningkatkan pendapatan masyarakat atas hasil bumi serta mengangkat aneka potensi yang dimiliki Kabupaten Cianjur sebagai wujud syukur atas nikmat kekayaan alam.

Sejarah 8 Tugu di Kabupaten Cianjur

Tugu Tauhid

Tugu Tauhid.(Foto: Humas Cianjur)

Tugu Tauhid yang diresmikan pada Kamis (25/05/2017) terletak di pertigaan Jalan Siliwangi di samping Masjid Agung Cianjur. Sebelum meresmikan tugu tersebut, diawali dengan sholat ashar, lalu istogosah dilanjut dengan maghrib dan isya berjamaah.

Setelah itu dilanjutkan dengan peresmian Tugu Tauhid dan pawai obor yang diikuti oleh para peserta dari ormas-ormas Islam dan warga masyarakat lainnya yang tidak tergabung pada ormas islam. Pawai obor tersebut diikuti oleh kurang lebih 10.000 ribu masyarakat Cianjur yang semuanya sangat antusias dan suka cita penuh kegembiraan.

Tugu Lampu Gentur

Tugu Lampu Gentur.(Foto: Afsal Muhammad/cianjuroday.com)

Tugu Lampu Gentur diresmikan pada malam takbir Idul Fitri 2017 yang terletak di Bundaran Jalan KH Abdullah Bin Nuh. Pawai lampu gentur pun dilakukan dalam peresmian tugu tersebut. Mereka berjalan beriringan disepanjang Jalan KH Abdullah Bin Nuh menuju tugu bundaran Cianjur di dekat Pos Polisi 8 Cepu sambil membawa lampu gentur. Beragam model lampu khas Kampung Gentur Warungkondang dengan lilin sebagai penerangan di dalamnya dibawa.

Tugu Tauco

Tugu Tauco.(Foto: Humas Cianjur)

Cianjur yang dijuluki Kota Tauco, alasan Pemkab Cianjur membuat tugu ini karena produksi tauco yang terus bertahan hingga kini membuat produk bumbu makanan khas Cianjur ini terkenal ke berbagai daerah.

Sejak peresmiannya di 2017, jika singgah ke Cianjur kita bisa melihat sebuah tugu Tauco kokoh berdiri di persimpangan Jalan Dr Muwardi dan Jalan Hos Cokroaminoto Cianjur.

Salah satu produsen Tauco yang masih bertahan hingga saat ini ialah Tauco Cap Meong buatan otentik dari Nyonya Tasma yang mendirikan toko tauco sejak 1880.

Tugu Pandan Wangi

Tugu Pandan Wangi.(Foto: Istimewa)

Didirikannya Tugu Pandanwangi sebab, beras Cianjur atau sering disebut beras pandan wangi merupakan varietas lokal Cianjur yang hanya dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan kualitas beras dengan sifat khasnya yaitu warna, aroma, rasa, serta bentuknya yang tidak dimiliki varietas padi lainnya. Diresmikan pada 2017 terletak di perempatan Rancagoong.

Tugu Lokomotif

Tugu Lokomotif.(Foto: Humas Cianjur)

Dahulu sebelum menjadi Tugu Lokomotif, dibangun Tugu Ayam Pelung, dari pertigaan Jalan Yulius Usman dan Jalan Amalia Rubini. Digantinya Tugu Ayam Pelung menjadi Tugu Lokomotif kereta api, banyak mengundang pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat. Di antaranya, mereka mengganggap Cianjur sangat miskin dengan sejarah kereta api.

Tugu Bubur Ayam

Tugu Bubur Ayam.(Foto: Istimewa)

Tugu bubur ayam terletak di persimpangan jalan menuju Kantor Kecamatan Pacet. Tugu tersebut dibangun untuk mengenalkan panganan khas Cianjur ke wisatawan.

“Bubur Cianjur kan dikenal di berbagai daerah, makanya agar wisatawan lebih tahu jika ada kekhasan panganannya, kami tunjukan melalui pembangunan tugu,” ujar Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman ketika masih menjabat sebagai Wakil Bupati periode 2016.

Tugu Teh

Tugu Teh.(Foto: Istimewa)

Tugu Teh, terletak di Simpang Tiga Sukanagara, Kecamatan Sukanagara. Cianjur memiliki banyak perkebunan teh di berbagai daerah. Maka dari itu Tugu Teh dibangun dan diresmikan langsung oleh Asosiasi Teh Kabupaten Cianjur dan petani teh pada Juni 2018 lalu.

Tugu Kuda Kosong

Tugu Kuda Kosong, terletak di Jl. Raya Bandung, Ciranjang. Untuk warga Cianjur, kuda kosong memiliki makna dan sejarah tersendiri. Menurut sejarahnya kuda kosong merupakan salah satu hadiah yang diberikan Sunan Amankurat II (Raja Mataram) kepada Dalem Aria Kidul utusan dari Cianjur.

Hingga saat ini, setiap ada perayaan acara di Cianjur, khususnya peringatan pawai 17 Agustus, kuda kosong selalu dijadikan icon kesenian dan tontonan yang paling ditunggu masyarakat. Karena itulah, kuda kosong dipilih menjadi maskot dan tugunya dibuat pada 2018.(ct7/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button