Gaya Hidup

Ini Dia, Sejarah Hari Buku Sedunia yang Jarang Diketahui

CIANJURTODAY.COM – Siapa yang suka baca buku? Ternyata ada banyak fakta menarik tentang sejarah Hari Buku Sedunia atau World Book Day, simak ulasan lengkapnya yuk!

Sejarah Hari Buku Sedunia

Bermula pada 1995 lalu, United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan World Boom Day di Paris.

UNESCO berharap adanya Hari Buku menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya membaca.

Mengajarkan anak-anak menjadi pembaca serta mempromosikan cinta sastra serta integrasi seumur hidup ke dalam dunia kerja.

Valencia Vicente Clavel Andres mengusulkan penetapan peringatan ini dalam rangka memperingati hari kematian sejumlah tokoh sastra terkemuka.

Seperti, Miguel de Cervantes, William Shakespare, Inca Garcilaso de la Vega, William Wordsworth, dan David Halberstam.

Meski sudah ditetapkan oleh UNESCO bahwa 23 April merupakan Hari Buku Sedunia, namun beberapa negara juga menetapkan hari tersebut di tanggal yang berbeda seperti Irlandia, Swedia, dan Inggris.

Selain ditetapkan peringatan tersebut, 23 April juga ditetapkan sebagai Hak Cipta Dunia.

Harapan pada setiap perayaan Hari Buku dan Hak Cipta sedunia, masyarakat lebih menyadari bahwa buku dapat digunakan sebagai penghubung masa lalu dan masa depan, serta menjadi jembatan budaya dan generasi.

Sejak 2011, UNESCO bersama beberapa organisasi internasional yang mewakili tiga sektor industri perbukuan, penerbit, penjual buku, dan perpustakaan.

Secara khusus akan memilih sebuah kota yang ditunjuk sebagai Ibu Kota Buku Dunia atau World Book Capital.

Tahun ini, Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO telah menunjuk Tbilisi (Georgia) sebagai World Book Capital atas rekomendasi World Book Capital Advisor Committee.

Selama satu tahun ke depan, sampai (23/4/2022), Tbilisi akan bertugas untuk mempromosikan buku serta minat membaca dan menjadwalkan perayaan buku dan membaca.

Kegiatan membaca buku sendiri memang sudah menjadi salah satu kegiatan yang positif.

Dengan membaca, benar-benar bisa mengubah pikiran. Para peneliti telah mengonfirmasi bahwa membaca melibatkan jaringan sirkuit dan sinyal yang kompleks di otak.

Karena selain dapat memperkuat kemampuan otak juga dapat memperbesar rasa empati dan mengurangi depresi.

Karena dengan membaca seseorang dapat membuat dunianya sendiri.

Nah itu dia sejarah hari buku sedunia dan informasinya, jangan malas untuk membaca ya, sebab buku adalah gudangnya ilmu.(ct7/sis)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button