Today

Israel Hancurkan Kantor Media dan Rumah Hamas di Gaza, Total 139 Orang Tewas

CIANJURTODAY.COM, Gaza – Serangan Israel hingga saat ini belum juga berhenti, bahkan militer Israel sudah menghancurkan kantor media dan rumah Hamas di Gaza.

Rumah Kepala Sayap Politik Hamas, Yahya Sinwar diketahui diserang melalui udara.

Hal tersebut disampaikan militer Israel pada Minggu (16/5/2021) sebagaimana dilansir AFP. Tetapi masih belum jelas apakah Sinwar terbunuh atau tidak dalam serangan tersebut.

“Salah satu target yang diserang adalah tempat tinggal Yahya Sinwar, Ketua Biro Politik Hamas di Gaza,” ungkap militer Israel.

Selain rumah Yahya Sinwar, para militer Israel juga menghantam rumah saudaranya yakni Muhammad Sinwar, yang menjabat sebagai Kepala Logistik dan Tenaga Kerja Hamas.

Israel juga merilis video yang menunjukkan gumpalan asap dan kerusakan parah di Gaza.

“Kedua kediaman itu berfungsi sebagai infrastruktur militer untuk organisasi teror Hamas,” sambung militer Israel.

Para saksi membenarkan kepada AFP bahwa serangan udara dari Israel sudah menerjang rumah Sinwar.

Sinwar merupakan mantan komandan cabang militer Hamas sebelum menjabat sebagai Ketua Biro Politik Hamas.

Ia juga sempat masuk penjara Israel selama 20 tahun sebelum akhirnya dibebaskan pada 2011 sebagai bagian dari pertukaran tahanan.

Kemudian pada 2017, Sinwar pertama kali terpilih sebagai Ketua Biro Politik Hamas di Gaza.

Pada Maret, Sinwar terpilih lagi menduduki jabatan tersebut, menjadikannya pemimpin de facto gerakan di kantong Palestina yang diblokade Israel tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Hamas, Ismail Haniyeh saat ini berbasis di Qatar.

Militer Israel menargetkan akan melakukan serangan pada sistem terowongan bawah tanah Hamas.

Pada Minggu pukul 07.00 waktu setempat, tentara Israel mengatakan, bahwa milisi di Gaza telah menembakkan sekitar 2.900 roket ke arah Israel.

HANCUR: Israel terus melakukan penyerangan hingga menghancurkan kantor media Internasional dan rumah Hamas. (Foto: Internet)

Dari semua roket yang ditembakkan tersebut, 450 pucuk di antaranya jatuh di wilayah Gaza dan sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel berhasil mencegat sekitar 1.150 roket.

Serangan Israel ke Kantor Media di Gaza

Sebelumnya, pada Sabtu (15/5/2021) militer Israel turut menghancurkan gedung 13 lantai, yang ditempati stasiun TV Al Jazeera dan kantor berita Associated Press (AP).

Al Jazeera merupakan stasiun televisi yang berbasis di Qatar, sedangkan AP merupakan kantor berita asal Amerika Serikat (AS).

Dalam twitnya, Al Jazeera menuliskan, Israel menghancurkan Jala Tower di Jalur Gaza yang dihuni Al Jazeera serta kantor pers internasional lainnnya.

Sebelum penyerangan, tentara sudah memperingatkan pemilik gedung sebelum serangan terjadi.

Rekaman siaran Al Jazeera menunjukkan gedung itu meledak dan roboh setelah dihantam serangan udara Israel, membuat asap mengepul besar di udara dan puing-puing bertebaran.

Jawad Mehdi, pemiliki Jala Tower menerangkan, seorang petugas intel Israel memperingatkannya bahwa dia hanya punya waktu satu jam untuk mengevakuasi penghuni gedung.

Dalam panggilan telepon itu, jurnalis AFP mendengar dia meminta 10 menit ekstra agar para wartawan bisa mengambil peralatan mereka sebelum pergi.

Bola api hasil ledakan kantor media Al Jazeera dan Associated Press di Gaza, setelah serangan udara Israel pada Sabtu (15/5/2021).

Serangan itu dilakukan Israel setelah memberi waktu satu jam bagi penghuni gedung untuk mengevakuasi diri.

“Beri kami 10 menit tambahan,” desaknya tetapi petugas di telepon itu menolaknya.

Wael Al Dahdouh kepala biro Al Jazeera di Gaza berkata ke AFP.

“Mengerikan, sangat menyedihkan, menargetkan Al Jazeera dan biro pers lainnya,” paparnya.

Israel berpendapat, jet tempurnya menyerang gedung bertingkat tinggi yang berisi aset militer milik intel dari Hamas.

“Gedung itu juga menampung kantor-kantor media sipil, yang disembunyikan oleh kelompok teror Hamas dan digunakan sebagai perisai manusia,” kata mereka.

Serangan udara dan artileri Israel di Gaza sejak Senin (10/5/2021) telah menewaskan 139 orang termasuk 39 anak-anak, serta melukai 1.000 lainnya, kata petugas kesehatan setempat.

Sementara itu, Presiden Indonesia Joko Widodo mengaku, sudah berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan sejumlah kepala negara dalam beberapa hari terakhir membahas situasi Palestina.

Selain Erdogan, pihak yang ia ajak bicara itu antara lain Yang Dipertuan Agong atau Raja Malaysia Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah.

“Dalam beberapa hari terakhir, saya berbicara dengan Presiden Turki, Yang Dipertuan Agong Malaysia, PM Singapura, Presiden Afghanistan, Sultan Brunei Darussalam, dan PM Malaysia,” kata Jokowi lewat akun Twitter-nya, Sabtu (15/5/2021).

Dalam pembicaraan itu, kata Jokowi, para pemimpin berbicara tentang perkembangan global, termasuk tindak lanjut ASEAN Leaders Meeting, perkembangan di Afghanistan, dan “situasi yang sangat memprihatinkan di Palestina”.

“Indonesia mengutuk keras serangan Israel yang telah mengakibatkan hilangnya nyawa ratusan orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Agresi Israel harus dihentikan,” cetus Jokowi.

Diketahui, situasi di Jalur Gaza, Palestina, terus memanas. Terakhir, 10 orang yang merupakan satu keluarga tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam rumah di Gaza. Petugas di lapangan menyebut, korban tewas terdiri dari delapan anak dan dua perempuan.(ct7/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button