Today

Jubir Covid-19 Cianjur Sebut Sudah Tak Ada Pasien Positif di Rumah Sakit

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, menegaskan tak ada pasien positif Corona di rumah sakit Cianjur. Hal itu diungkapkannya saat dimintai tanggapan mengenai postingan Instagram Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terkait data pasien Corona.

Dalam postingannya, gubernur menyebutkan ada dua pasien Corona di Cianjur pada 16 Juni 2020. Berikut isi postingan Ridwan Kamil dalam akun instagramnya, Kamis (18/06/2020).

Karena kesembuhan meningkat pesat, maka jumlah pasien aktif yang masih dirawat tinggal setengahnya. Dan jumlah pasien aktif Jabar alhamdulillah bisa terus turun. Sekarang ke urutan ke-5. Terima kasih untuk para dokter dan nakes Jabar yang luar biasa dalam berbagai teknik penyembuhannya.

KASUS AKTIF: Jumlah total kasus dikurangi yang sembuh dan meninggal dunia. .

Berita kurang baik:

Peningkatan kasus seminggu ini tertinggi ada di Bodebek karena menempel cluster Jabodetabek yang masih tinggi angka kasus hariannya. Mohon warga Bodebek lebih disiplin 3 hal: pake masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Lampiran data 16 dan 17 Juni 2020: .

16 JUNI 2020*
TOTAL 40

Kota Depok 26
Kab. Bandung Barat 2
Kab. Cianjur 2
Kab. Pangandaran 2
Kab. Ciamis 1
Kab. Sukabumi 1
Kota Bandung 1
Kota Bekasi 1
Kota Tasikmalaya 1
Belum teridentifikasi 3. . —————————————————————————-. *17 JUNI 2020
TOTAL 41
Kab. Bekasi 9
Kota Depok 8
Kota Bogor 7
Kab. Ciamis 1
Kab. Sumedang 1
Kota Bandung 1
Belum teridentifikasi 14

Empat Sembuh, Satu Meninggal

Terkait postingan itu, Yusman menuturkan ia belum membukanya. Namun dirinya menegaskan bahwa seluruh pasien Corona di Kabupaten Cianjur sembuh.

Ia meyakini bahwa di Kabupaten Cianjur kini tidak ada lagi kasus positif. Dari total lima kasus positif, empat orang sembuh, dan satu orang meninggal dunia.

“Saya belum membukanya. Tapi dari yang saya lihat di rumah sakit sudah tidak ada yang positif. Semuanya sembuh.” tuturnya saat dihubungi Cianjur Today, Kamis (18/06/2020).

Namun, ia menyebut data yang dirilis Aplikasi Pikobar Jawa Barat terkadang tidak terupdate usai ada pembaharuan di data kabupaten. Maka dari itu data pasien Covid-19 antara laman resmi Pemkab Cianjur dan Pikobar Jabar berbeda.

“Pikobar ya. Kadang telat kalau data di Pikobar. Di sini udah terbaharui kalau di situ kadang telat,” ungkap dia.(afs/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami