Today

Kabar Baik! Zona Hijau Tingkat RT/RW di Cianjur Mulai Bertambah

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Zona hijau Covid-19 di Kabupaten Cianjur mulai bertambah banyak. Hal ini dinilai sebagai efek Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Kabupaten Cianjur yang turut dilakukan secara mikro hingga ke tingkat RT.

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur periode 6 Agustus 2021 tercatat zona hijau RT serta RW sebanyak 9.968 titik, zona kuning 505 titik, dan zona oranye 10 titik. Namun, untuk zona merah tidak ditemukan.

Data laporan mingguan selanjutnya yakni pada tanggal 12 Agustus 2021 terjadi peningkatan zona hijau sebanyak 174 RT/RW, dari sebelumnya 9.968 menjadi 10.142, zona kuning berkurang sebanyak 171 RT/RW menjadi 334 dari sebelumnya 505 dan zona oranye berkurang tiga dari sebelumnya 10 menjadi tujuh.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, kenaikan zona hijau tersebut berkat dari PPKM mikro yang dilakukan selama ini.

“Selain PPKM mikro, itu berkat adanya testing dan tracing juga membantu bertambahnya zonanya yang saat ini sudah 96 persen,” kata dia kepada wartawan, Jumat (20/8/2021).

Ia menjelaskan, dalam seminggu, rata-rata penurunan dari zona oranye ke kuning ialah 70 persen, bahkan kuning ke hijau pun lebih dari 50 persen. Sementara untuk zona merah, sepanjang dua minggu sebelumnya sudah tidak terdeteksi adanya potensi kasus di zona merah.

“Dua minggu sebelumnya zona merah memang sudah tidak ada, sekarang trennya mulai menurun. Tapi bukan berarti kita harus santai, ini perlu penanganan bersama dari pemerintah hingga masyarakat,” beber Yusman.

Bahkan, untuk pelaksanaan tes PCR yang menjadi pendukung zona hijau mengalami kenaikan dalam sepekan dari sebelumnya 4.000 ke angka sekitar 6.000 an. Namun, hal tersebut belum mencapai target yakni 35.000 per minggu.

“Target itu bukan hanya PCR tapi antigen juga,” ucap dia.

Mengenai ketersediaan alat PCR, pihaknya belum memiliki alat Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Namun, Kabupaten Cianjur baru memiliki alat Tes Cepat Molekuler (TCM) di tiga tempat yakni Labkesda Bojong, RSUD Sayang dan RSUD Cimacan.

Namun alat tersebut memiliki keterbatasan untuk kemampuan pemeriksaannya. Beruntungnya di RSUD Cimacan sudah memiliki RT-PCR yang sudah bisa meningkatkan pemeriksaan hingga 90 spesimen per hari.

Meski begitu, belum membuka jadwal setiap hari dan baru seminggu tiga kali karena kurangnya analis.

“Udah punya itu (RT-PCR, red) di RSUD Cimacan tapi belum buka setiap hari karena kekurangan analis,” ungkap Yusman.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pihaknya berharap Kabupaten Cianjur bisa turun ke level 2. Semua kembali ke kota kabupaten yang mendukung dalam penanganan, dikarenakan Kabupaten Cianjur yang dikelilingi kota kabupaten lain.

“Harus didukung oleh kota kabupaten lain, atau akan diikuti. Artinya, penanganan sebagus apapun jika tidak didukung daerah lain akan sulit. Tapi kita tetap optimis bisa turun level,” jelas dia.

Bupati Cianjur, H Herman Suherman menambahkan, dengan terjadinya penurunan zona tersebut perlu disyukuri namun tetap tidak terbuai euforia.

“Alhamdulillah kita bersyukur sudah mulai berkurang dan perlahan zona hijau naik namun tetap jangan euforia,” ungkap dia.

Dengan semakin meningkatnya zona hijau, pihaknya mulai melakukan pemetaan untuk persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Cianjur dan tengah dalam pengkajian.

“Insya allah dengan kondisi yang semakin membaik kita persiapkan juga untuk PTM, tapi tetap dengan protokol kesehatan,” tandas dia.(afs/rez)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button