Nasional

Kantor BPOM Jakarta Kebakaran, Obat dan Vaksin Dipastikan Selamat!

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Peristiwa kebakaran terjadi pada Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)┬áJakarta, tepatnya di Jalan Percetakan Negara Raya No. 29, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Minggu (18/7/2021) pukul 21.30 Wib.

Mengutip unggahan @humasjakfire, kobaran api sudah mulai bisa dikuasai pada pukul 22.31 Wib, setelah tim pemadam kebakaran terjun ke lapangan.

“Terjadi kebakaran pada kantor BPOM pukul 21.30 di Jalan Percetakan Negara Raya No. 29 Kel. Johar Baru, Kec Johar Baru, Jakarta Pusat. Pengerahan 7 unit. Dalam penangan petugas,” tulis akun resmi Dinas Penaggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.

Total, ada 15 unit yang diterjunkan oleh petugas kebakaran DKI Jakarta. Dalam update informasi terakhir, api masih mungkin berkobar lagi.

“Pengerahan mobil pemadam saat ini sudah mencapai 15 unit. Perambatan masih memungkinkan di area lokasi kebakaran,” tulisnya lebih lanjut.

Sementara itu, Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Saiful Kahfi memastikan, tak ada obat atau vaksin yang rusak di Kantor BPOM Jakarta yang kebakaran.

Saiful mengatakan, kebakaran hanya merusak sejumlah dokumen kertas, sebab bangunan yang hangus merupakan bagian dari area perkantoran BPOM.

“Enggak (ada obat atau vaksin terbakar), karena sementara kertas aja yang kebakar, karena (yang terbakar) kantornya,” ujar Saiful, Minggu (18/7/2021).

Begitu menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan unit pemadam. Sebanyak 17 mobil pemadam dan 75 petugas diturunkan untuk menangani si jago merah.

“17 unit mobil dari Jakpus, 15 mobil, 2 mobil dari dinas diturunkan,” tuturnya.

Saiful menjelaskan, saat ini kondisi kebakaran di lokasi sudah terkendali. Pihaknya sudah melakukan pendinginan dan sedang menguraikan asap.

“Sudah aman, apinya sudah kosong, kita tinggal ngeluarin asapnya saja. Pendinginan sudah. Sudah selesai dari tadi. Kan itu yang terbakar kertas-kertas,” jelasnya.

Dalam penanganan kebakaran ini, Saiful menyebut kesulitan proses pemadaman adalah kemungkinan api yang mudah menyambar, akibat terbakarnya sejumlah dokumen atau kertas-kertas perkantoran. 

“Jadi kita harus korek-korek dulu kalo gak penyalaan lagi, nyamber-nyamber terus nanti,” katanya.

Terkait kerugian materi, Saiful menyebut, pihaknya belum bisa memastikan. Masih dihitung apa saja peralatan dan barang yang menjadi korban peristiwa ini.

“Kita belum bisa taksir kerugiannya karena ada beberapa peralatan yang kena imbas asap sama penyiraman, kita belum bisa kalkulasi,” pungkasnya.(sis)

Sumber : Suara.com

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button