Today

Kasus Trafficking di Cianjur Meningkat, P2TP2A Cianjur Tangani 12 Kasus hingga Juli 2021

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Cianjur mencatat, ada 12 anak di bawah umur yang menjadi korban penjualan orang atau trafficking di Cianjur selama enam bulan terakhir.

Kasus trafficking di Cianjur ini meningkat, dari yang tadinya hanya enam kasus pada 2020, sekarang menjadi 12 kasus hingga Juli 2021.

“Jelas mengalami kenaikan, tapi untuk kasus trafficking saja. Sisanya mengalami penurunan, seperti kekerasan anak dari 20 kasus, tahun ini jadi empat kasus,” ujar Ketua Harian P2TP2A Cianjur, Lidya Indayani Umar saat dihubungi Cianjur Today, Sabtu (24/7/2021).

Ia juga menambahkan, bahwa korban trafficking ini semuanya perempuan yang berumur 15-17 tahun.

“Semuanya anak di bawah umur, usia 15-17 tahun. Biasanya modus yang lakukan pada korban dengan dijanjikan pekerjaan serta gaji besar di luar pulau atau kota,” tambahnya.

Lidya mengatakan, bahwa salah satu korban tahun ini ada yang dikirim ke NTT dan NTB dengan dan sedang proses pemulangan ke Cianjur.

“Dari 12 orang korban trafficking di Cianjur tersebut, satu orang yang dikirim atau dijual ke NTB segera akan kami pulangkan. Sedangkan yang sebelas orang lainnya di NTT masih dalam proses pemulangan, dan prosesnya sedang kami koordinasikan dengan berbagai pihak,” tegasnya.

Dirinya berharap, kepada semua orang tua yang mempunyai anak di bawah umur, untuk tetap mengawasi anak-anaknya ketika di luar rumah, apalagi perempuan.

“Kami berharap agar semua pihak bisa membantu sosialisasi atau edukasi dalam kasus ini. Karena kami cukup kesulitan dalam hal sosialisasi di masa pandemi ini dan tidak bisa turun langsung ke lapangan untuk menjangkau semua kalangan,” tutupnya.(ct10/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button