Today

Keamanan Bank BRI Dipertanyakan, Pimpinan Cabang pun Bisa Diseret ke Ranah Hukum

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Keamanan menyimpan uang di BRI Cabang Cianjur mulai dipertanyakan setelah adanya kasus dugaan skimming terhadap puluhan nasabahnya. Pihak BRI Cabang Cianjur pun mengklaim sudah mengganti saldo 76 nasabah yang kehilangan uangnya tiba-tiba.

Pakar Hukum Cianjur, Firman Mulyadi menjelaskan, Pimpinan Cabang BRI Cianjur harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Sebagai pimpinan mau tak mau harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi.

“Kalau BRI dapat prestasi yang dipuji pimpinan, kalau ada masalah dia harus gentle. Apakah kelalaian karyawan atau kelalaian dia dalam melakukan pengawasan terhadap karyawannya. Tidak mungkin orang luar itu terlalu jauh, harus dicek karena kita juga gak tahu siapa yang lalai,” tuturnya kepada Cianjur Today, Jumat (9/4/2021).

Ia menjelaskan, nasabah menjadi yang dirugikan dalam hal ini. Bukan soal uang yang diganti, tapi keamanan atau sekuritas nasabah yang menjadi kerugian tersendiri bagi nasabah.

“Yang pasti kan dirugikan sekuritasnya, karena bank itu tempat yang aman untuk menyimpan uang. Kalau tidak aman buat apa? Ini kan bank negara bukan bank swasta. Dan, kalau uang sudah diganti pun kalau nasabah merasa dirugikan sekuritasnya, bisa masuk ranah hukum,” tambahnya.

Dengan lemahnya sekuritas yang membuat para nasabah rugi, Pimpinan Cabang BRI Cianjur harus bertanggung jawab. Ia menyebut, seharusnya pimpinan bisa mengantisipasi sebelum skimming terjadi.

“Berarti sistem keamanannya jelek. Kalau disinyalir ada skimming dia juga harus ada tindakan. Lalu, jangan ngomongin skimming terus gak tahu skimming itu apa,” kata dia.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap BRI Cianjur akan luntur setelah kejadian ini, apalagi jika terulang kembali. Firman Mulyadi menilai, pimpinan cabang harusnya disanksi oleh kanwil BRI Jawa Barat.

“Harusnya pimpinan cabang disanksi oleh wilayah karena ini soal nama baik. Yang mahal itu nama baik,” tegasnya.

BRI Cabang Cianjur Harus Diaudit

Firman menilai, Kanwil BRI Jawa Barat atau Kantor Pusat BRI harus melakukan audit internal pada BRI Cianjur. Hal ini dilakukan untuk mengetahui masalah apa yang terjadi.

“Apakah oknum karyawan yang lalai atau disengaja, jangan sampai ini terulang. Jadi harus ada audit internal dari wilayah Jawa Barat dan harus ada yang bertanggung jawab yang lalainya siapa apakah IT atau siapa,” jelas dia.

Jika sudah ditemukan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini, maka harus diberikan sanksi. Sebab, punishment and reward di perusahaan sangat biasa dilakukan.

“Coba mislaya kemaren ada siklus penarikan gak, selama penarikan itu berapa milyar tiba-tiba ditarik. Kan kerugian juga buat mereka (BRI),” tandasnya.

BRI Cianjur Sudah Ganti Rugi Uang Nasabah

Sebelumnya, Pimpinan Cabang atau Pinca BRI Cianjur, Yoni Ariyanto, mengatakan bahwa sudah ada 76 nasabah yang melaporkan bahwa saldonya hilang tiba-tiba. Para korban pun sudah diganti kerugiannya.

“Yang menentukan skimming itu pusat karena desk investigasi ada di kantor pusat. Dan, semua saldo yang hilang sudah diganti,” kata dia saat konferensi pers bersama para wartawan, Jumat (9/4/2021).

Namun, ia tidak bisa menjelaskan banyak soal skimming yang diklaim menjadi penyebab hilangnya uang para nasabah secara tiba-tiba. Saat ditanya wartawan, ia malah mengarahkan agar mencari tahu di mesin pencari Google.

“Saya tidak berkompeten (soal Skimming), cari saja di Google,” tutur dia.

Menurutnya, teknis investigasi soal skimming atau bukan lebih baik ditanyakan pada kantor pusat BRI. Ia pun mengaku tidak memiliki pengetahuan untuk menjawab soal skimming

“Saya tidak berkompeten, saya tidak memiliki ilmu pengetahuan untuk menjawab soal ini,” ujar dia.

Selain itu, Yoni enggan menanggapi apabila ada potensi keterlibatan oknum internal Bank BRI Cianjur dalam hilangnya uang sejumlah nasabah.

“Saya tidak tanggapi itu (keterlibatan internal), ini skimming,” tegasnya.(afs/rez)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button