Today

Kejar Herd Immunity, Puluhan Nakes RSUD Sayang dan Tim Relawan jadi Vaksinator Covid-19

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Puluhan tenaga kesehatan (nakes) RSUD Sayang dan tim relawan kesehatan menjadi vaksinator Covid-19.

Tim yang juga terdiri dari Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur ini berkomitmen penuh bisa memenuhi target vaksinasi di Kabupaten Cianjur.

Kabid Pelayanan dan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Cianjur, Dr Frida Layla Yahya mengatakan, kuota vaksinasi bagi pelayanan publik ada sekitar 500 sampai 650 orang per hari.

Sehingga, lanjutnya, sangat membutuhkan banyak bantuan vaksinator, agar target herd immunity atau kekebalan kelompok di Cianjur dapat tercapai.

“Peserta vaksinasi selama Ramadan cukup banyak, mulai dari bank swasta, petugas KPU, dari asosiasi umat beragama, hingga masyarakat juga ada,” tutur Dr Frida kepada Cianjur Today di GGM Panembong Cianjur, Senin (26/4/2021)

Pelaksanaan vaksinasi sendiri mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 11.00 Wib.

Dengan rentang waktu 28 hari dari mulai vaksinasi pertama ke jadwal vaksin kedua.

“Vaksinasi ini merupakan salah satu upaya pencegahan penularan virus Corona serta pembentukan herd immunity terhadap Covid-19,” ujarnya.

Dr Frida menjelaskan, meskipun sudah menjalani vaksinasi, jika tidak menjaga dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan baik, ada kemungkinan masih bisa terpapar.

“Bagi yang sudah divaksin, tetap saja ada kemungkinan untuk terkena Covid-19. Namun kelebihannya, meskipun terpapar, tidak akan jatuh pada kondisi Covid-19 yang berat,” ucapnya.

Ia mengatakan, ke depannya Dinkes Cianjur akan terus berupaya memenuhi cakupan vaksinasi sesuai dengan harapan dan target pemerintah.

“Paling tidak sampai 70 persen atau melebihi 80 persen dari seluruh jumlah masyarakat Cianjur sudah bisa mendapatkan vaksinasi,” ungkapnya.

Nakes RSUD sayang

Nakes dari RSUD Sayang sendiri, lanjutnya, mengirimkan tiga tim kesehatan profesional yang tugasnya berbeda-beda dalam pelaksanaan vaksinasi.

Setiap tim kurang lebih ada 12 orang, sehingga total sekitar 36 nakes yang dikirim RSUD Sayang.

“Nah, kalau ada pasien yang mengalami efek samping usai vaksin, maka petugas dari RSUD Sayang lah yang akan menanganinya,” bebernya.

Dr Frida mengungkapkan, ia sangat senang bisa terlibat dalam program pemerintah dalam rangka menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Cianjur.

“Tentunya kami sangat seneng dan bangga menjadi vaksinator dan bisa menjadi bagian penting untuk ikut serta dalam penanganan Covid-19 bagi masyarakat luas,” pungkasnya.(ct9/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button