Today

Kejar Ketertinggalan Siswa, SDN Neglasari Cipanas Gelar Program Gurujug

CIANJURTODAY.COM, Cipanas – Demi mengejar ketertinggalan pembelajaran siswa selama sekolah daring, SDN Neglasari, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur mulai menerapkan Program Guru Ngajug-jug atau Gurujug.

Kepala SDN Neglasari, Cecep Rahman Setiawan mengatakan, kurang lebih dua tahun dilanda pandemi Covid-19 pembelajaran memang tidak terlalu efektif. Apalagi, lanjutnya, sekolah yang berada di daerah-daerah pinggiran seperti SDN Neglasari.

“Pertama, dengan metode daring saja itu tidak bisa mendongkrak pembelajaran, karena beberapa lokasi atau beberapa titik wilayah siswa itu terhambat dengan tidak adanya signal,” ujar Cecep kepada Cianjur Today, Selasa (21/9/2021).

Lebih lanjut, selain sinyal yang menjadi kendala, juga banyak orang tua siswa yang tidak memiliki ponsel, sehingga ketika daring pun tidak begitu efektif.

“Maka dari itu, kami membentuk kelompok siswa untuk menerapkan sistem belajar secara luring, agar tetap bisa melaksanakan pembelajaran,” paparnya.

Menurutnya, ketika masa tahun ajaran baru 2021/2022 dengan adanya PPKM dan adanya surat edaran terkait Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), harus disambut baik.

“Nah, ini kemudian dimanfaatkan, agar ketertinggalan kualitas selama satu tahun lalu yang dianggap tidak cukup, sekarang akan lebih efektif,” ucap dia.

Pertama, lanjutnya, memaksimalkan dengan jam yang ada, kemudian dengan melakukan evaluasi-evaluasi di luar tatap muka.

Selain itu, kata Cecep, saat ini pun pihaknya telah menerapkan program pemerintah yaitu, Guru Ngajug-jug atau Gurujug.

Di mana, siswa yang tidak memiliki ponsel dan terkendala dengan jaringan, akan didatangi guru ke rumah siswa yang sebelumnya sudah dibentuk kelompok belajar.

“Jadi di luar PTMT, contoh kelas satu dan empat itu tatap muka Senin dan Kamis. Nah, ada Selasa dan Rabu, mereka itu digunakan program Gurujug secara bergantian,” ungkap dia.

Menurut Cecep, program tersebut memang belum begitu efektif. Tapi, itu hanya salah satu cara agar bisa mengejar ketertinggalan siswa di masa pandemi.

“Harapannya, pembelajaran tatap muka terbatas ini ke depan bisa menjadi pembelajaran normal, dari Senin sampai Sabtu. Termasuk jam belajar dan persentase kehadiran siswa pun bisa seperti biasa,” tutup dia.(ren/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button