Today

Kekeringan, Warga Cisalak Antre Mandi dan Cuci di Sungai

CIANJURTODAY.COM, Cibeber – Warga Kampung Cisalak, Desa Cisalak, Kecamatan Cibeber, Kabubaten Cianjur terpaksa antre di sungai untuk mandi dan mencuci karena kekeringan yang melanda daerah tersebut. Bahkan, demi kebutuhan minum dan masak pun terpaksa harus membeli air.

Salah seorang warga, Dedih (60), mengatakan, tempat tinggalnya itu sudah hampir dua bulan kekurangan air bersih untuk mandi dan mencuci. Maka dari itu, warga terpaksa membuat tempat untuk mandi dan mencuci di sungai yang tak jauh dari lokasi itu.

“Saat ini di desa kami memang sedang kekeringan dan sulit mendapat air bersih. Dulu ada sumur. Cuma sekarang airnya surut jadi terpaksa kami harus bergiliran ke kali untuk mandi dan mencuci,” tuturnya, Minggu (19/07/2020).

Setiap hari, lanjut dia, warga harus menunggu giliran untuk mandi. Bahkan, warga pun memasang lampu di dekat sungai supaya ketika malam hari warga tidak memakai senter saat mencuci di malam hari.

“Lampu yang dipasang di sini juga hasil swadaya masyarakat. Sementara, kalau untuk air minum dan memasak, kami beli sehari satu galon,” papar dia.

Maka dari itu, dirinya berharap, dengan sulitnya air di desa itu, pemerintah terkait dapat lebih peduli. Salah satunya dengan menyediakan stok air bersih. Ia menyebut, air di kamar mandi surut.

“Kami berharap agar pemerintah terkait hisa lebih lerduli dan memperhatikan kebutuhan kami sehari-hari. Salah satunya dengan menyediakan air, atau bendungan yang airnya mengalir ke sini bisa diperbaiki. Bendungannya jebol dan airnya tidak bisa mengalir ke desa kami.” katanya.

Bikin Sumur Bor

Terkait kekeringan, Kepala Desa Cisalak, H Iwan Holulrohman, menuturkan, langkah dari desa sudah membuat sumur bor air bersih dengan kedalaman 50 meter. Ia menyebut pihaknya sedang membuat sumur bor sedalam 50 meter.

“Kita lagi bikin sumur bor di Babakan Gempol dengan kedalaman 50 meter, yang dapat mencukupi 1 ke Rw-an. Untuk yang sekarang dua lagi, yakni Cisalak Kidul Rw 8, dan Babakaln Gempol Rw 4 dan Rw 7, yang sudah di bor Rw 8, Senin atau Selasa pindah ke tempat lain,” kata dia.

Namun, ia mengaku belum nenerima laporan ke desa tentang kekurangan air bersih. “Kalau ampai hari ini helum ada laporan kekurangan air bersih. Saya tiap hari ke sana ke babakan, untuk kekurangan air bersih untuk minum belum ada, tapi untuk air sawah tidak ada memang.” tutupnya.(afs/rez)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button