Nasional

Kemenkes Sebut Virus Mutasi Ganda B.1617 Asal India Sudah Masuk Indonesia

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa ada dua temuan kasus Covid-19 di Indonesia yang merupakan virus mutasi ganda B.1617 dari India.

“Iya benar, virus yang dimaksud varian B.1617,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Senin (3/4/2021).

Menkes Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan, ada dua kasus Covid-19 di Indonesia yang terjadi akibat penularan varian mutasi ganda dari India. Dua kasus tersebut dilaporkan ditemukan di DKI Jakarta.

Budi menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan, Senin.

Berdasarkan perkembangan terbaru ini, Budi meminta kepada masyarakat untuk semakin memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.

Varian virus mutasi ganda B.1617 adalah varian baru yang ditemukan dari India. Bukti awal menunjukkan bahwa B.1617 lebih menular daripada jenis virus sebelumnya, seperti dikutip NPR.

Sebuah penelitian menemukan, mutasi L452R dapat meningkatkan kemampuan virus untuk menginfeksi sel manusia di laboratorium. Varian B.1.617 juga menyebar dengan cepat di India, yang ternyata memiliki dua mutasi, yaitu E484Q dan L452R.

Selama beberapa bulan terakhir, virus tersebut telah menjadi strain yang dominan di negara bagian Maharashtra. Namun, WHO tidak bisa memastikan apakah varian itu benar-benar berperan dalam lonjakan kasus di India.

Varian virus Mutasi Ganda B.1617

Melansir dari kompas.com, Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono ikut mengomentari terkait varian virus mutasi ganda B.1617 dari India yang terdeteksi masuk ke Indonesia.

Pandu mengatakan, tak menutup kemungkinan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Apabila jumlah varian B.1617 sudah banyak menyebar di beberapa wilayah dan masyarakat tak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau jumlah virus B.1617 itu sudah di atas ambang tertentu, itu akan terjadi peningkatan yang sangat besar seperti di India. Meski penduduk Indonesia seperlima dari India, tapi akan tetap terjadi peningkatan kalau masyarakat 3M menurun, kalau survelains testing juga turun,” kata Pandu, Senin (3/5/2021).

Oleh sebab itu, Pandu meminta masyarakat memperketat penerapan protokol kesehatan.

Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, serta membatasi mobilitas, baik keluar kota untuk mudik dan wisata di dalam kota.

Ia mengaku sangat prihatin beberapa hari terakhir masyarakat mulai tak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sedangkan varian baru virus corona terus bermunculan.

“Dan kita enggak boleh bilang terlambat, sekarang ini diketahui (varian baru virus) sekarang kita berbuat, ketika ada sesuatu di India, kita harus berbuat lebih cepat lagi,” ujar dia.

“Tapi kan saya melihat itu enggak terjadi. Jadi saya memperkirakan kalau sudah seperti ini habis lebaran juga kasus akan meningkat,” kata dia.

Lebih lanjut, Pandu mengatakan, varian mutasi ganda B.1.617 diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Ia meminta pemerintah lebih tegas menyosialisasikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan agar lonjakannya kasus Covid-19 tidak terlalu tinggi.

“Kita harus berusaha keras supaya tidak terlalu tinggi, tidak sampai RS kolaps, tidak sampai banyak yang meninggal. Nah itu yang harus disiapkan, harus betul-betul tegas bagaimana mendorong orang supaya memakai masker,” tandasnya.(sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button