Today

Kenali Perbedaan Demam Chikungunya dan DBD, Serupa tapi Tak Sama!

CIANJURTODAY.COM– Ada banyak jenis nyamuk yang bisa menimbulkan seseorang terkena penyakit berbahaya seperti Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Timbulnya penyakit tersebut penyebabnya adalah akibat lingkungan yang kurang bersih dan kotor, sehingga menimbulkan hewan seperti nyamuk mudah berkembang biak.

Hewan nyamuk bisa menimbulkan sakit yang berbahaya seperti demam Chikungunya dan DBD.

Melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, seseorang bisa terkena infeksi virus, hal tersebut sering terjadi di daerah tropis, seperti di Indonesia.

Demam Chikungunya dan DBD memang memiliki banyak kemiripan pada tahap awal. Sehingga banyak yang salah diagnosis untuk pengobatannya.

Perbedaan Demam Chikungunya dan DBD

Penyebab DBD dan demam Chikungunya karena gigitan nyamuk dari Aedes Aegypti. Meski begitu, banyak orang yang lebih familiar dengan istilah DBD.

Sehingga dengan cepat mengatakan apabila gangguan yang menyerang adalah DBD. Benar, lingkungan yang kotor membuat nyamuk lebih mudah berkembang biak.

Faktanya, kedua penyakit ini terbilang dalam gangguan yang berbeda. Hal yang membuat seseorang sulit menentukannya adalah gejala awal yang mirip satu sama lain.

Untuk menghindari penanganan yang salah, Anda harus mengetahui beberapa perbedaan yang bisa terlihat saar seseorang mengidap demam Chikungunya atau DBD.

Berikut Beberapa Hal yang Membedakannya:

Segi Penyebab

DBD dan demam Chikungunya adalah penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk jenis tertentu.

Dua penyakit berbahaya ini dapat disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Walau begitu, demam Chikungunya dapat terjadi juga karena gigitan Aedes Albopictus.

Hal ini memang sering terjadi di daerah tropis, seperti Amerika Selatan, Afrika, dan Asia, seperti halnya Indonesia.

Segi Gejala

Gejala yang timbul antara demam Chikungunya dan DBD memang sulit dibedakan di awal.

Bahkan dulu dunia medis percaya bahwa itu adalah penyakit yang sama. Maka penting untuk mengetahui perbedaan gejala yang timbul saat seseorang mengidap salah satu gangguan ini.

Berikut Perbedaannya:

  1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit ini dapat menyebabkan demam akut yang bervariasi dalam tingkat keparahannya selama 5-7 hari.

Dengan mengenali gejalanya, penyakit ini bisa ditangani untuk mencegah terjadinya kematian. Berikut fase-fasenya:

Fase Demam: Bisa berlangsung sejak 2-7 hari setelah digigit dan menimbulkan dua periode.

Periode awal, seseorang dapat mengidap sakit kepala, nyeri sendi dan otot, ruam, perdarahan ringan, hingga neutropenia.

Fase Kritis: Terjadinya penurunan pada suhu tubuh yang terjadi selama 24-48 jam. Umumnya hal seperti ini bisa membaik, namun beberapa orang membutuhkan rawat inap untuk pengobatan.

  1. Demam Chikungunya

Gangguan ini diawali sebagai penyakit demam akut. Beberapa gejala yang timbul adalah mengalami poliartralgia atau rasa sakit yang parah.

Beberapa gejala yang dapat timbul seperti sakit kepala, nyeri otot, sendi membengkak, dan ruam.

Segi Durasi

Demam Chikungunya dan DBD juga dapat dibedakan dari segi lamanya menyerang.

Saat demam Chikungunya, masa inkubasi virusnya sekitar satu sampai dua belas hari. Sedangkan gejala dan penyakitnya bisa berlangsung sekitar satu hingga dua minggu.

Jika seseorang mengidap DBD, masa inkubasinya dari tiga sampai tujuh hari.

Sedangkan penyakitnya bisa berlangsung dari empat hingga tujuh minggu, tergantung pada sistem kekebalan tubuhnya.

Maka dari itu, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi dan berolahraga teratur.

Itulah perbedaan antara demam Chikungunya dengan DBD, periksakan ke dokter bila terjadi hal yang kritis, semoga bermanfaat, ya Today People.(ct7/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button