Today

Kenang dan Ambil Hikmahnya! Bupati Cianjur Bolehkan Masyarakat Nonton Film G30S/PKI

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Peringatan Gerakan 30 September PKI atau G30S/PKI biasanya diperingati dengan menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. Ini dilakukan untuk mengenang para jenderal yang gugur dalam peristiwa yang terjadi pada 1965 silam tersebut.

Saat ini, penayangan film G30S/PKI mulai boleh disiarkan di televisi dan ditonton oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Bupati Cianjur, Herman Suherman memperbolehkan masyarakat menggelar nonton bersama film G30S/PKI asal tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Silakan menonton untuk mengenang dan mengambil hikmah dari peristiwa itu. Tapi, di rumah masing-masing bersama keluarga,” kata Herman kepada Cianjur Today, Kamis (30/9/2021).

Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, Herman menjelaskan protokol kesehatan tetap harus menjadi yang utama agar tidak terjadi klaster Covid-19.

“Tetap walau kita ikut berduka di G30S/PKI, protokol kesehatan tetap harus dijaga. Dalam mengenang kejadian itu kita harus mempererat wawasan kebangsaan,” tambahnya.

Selain itu, ia mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan menggelar upacara pada Jumat (2/10/2021) untuk memperingati hal ini. Menurutnya, peringatan G30S/PKI harus memberikan hikmah kepada masyarakat Cianjur.

“Selain di pendidikan, kejadian G30S/PKI harus memberikan hikmah dan pembelajaran bagi masyarakat Cianjur agar bisa berhati-hati,” tutupnya.

Untuk diketahui, Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI atau hanya Pengkhianatan G30S/PKI adalah judul film dokudrama tahun 1984. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Arifin C. Noer, diproduseri oleh G. Dwipayana, dan dibintangi Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Syubah Asa.

Diproduksi selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp800 juta kala itu, film ini disponsori oleh pemerintahan Orde Baru Soeharto.

Film ini dibuat berdasarkan pada versi resmi menurut pemerintah kala itu dari peristiwa “Gerakan 30 September” atau “G30S” (peristiwa percobaan kudeta pada tahun 1965) yang ditulis oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh, yang menggambarkan peristiwa kudeta ini didalangi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI.(afs/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami