Today

Ketua Kelompok PKH Sindanglaya dan Cipanas Diberi Pembinaan

CIANJURTODAY.COM, Cipanas – Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Sindanglaya dan Desa Cipanas Kabupaten Cianjur menggelar pembinaan ketua kelompok di Aula Desa Sindanglaya, Kamis (13/08/2020). Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman para ketua kelompok PKH dalam menjalankan tupokisnya.

“Kali ini kami berikan pembinaan kepada ketua kelompok program PKH dua desa di Kecamatan Cipanas seperti Sindanglaya dan Desa Cipanas yang mana agar mereka bisa tahu berkerja sesuai tupoksinya dan kerjanya seperti apa kewajibannya seperti apa,” ujar Koordinator Kabupaten Wilayah II PKH Astri Yustiniawati, Kamis (13/8/2020).

Astri mengatakan, kegiatan pembinaan ini tidak hanya di kecamatan Cipanas saja melainkan seluruh kecamatan yang ada di wilayah dapil II. Ia mengatakan Cipanas menjadi kecamatan terakhir yang diberi pembinaan.

“Kenapa Cipanas terakhir? Kerena Cipanas sangat luar dan paling banyak penerimanya. Selain itu kecamatan Cipanas juga dibagi di beberapa titik jadi tidak semua langsung lakukan pembinaan. Jadi kali ini hanya desa Sindanglaya dan Desa Cipanas untuk desa yang lainya nanti menyusul,” ungkapnya.

Astri menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi para oknum yang menyalahi aturan atau memotong uang PKH tersebut.

“Karena memang di program PKH ini sudah banyak oknum-oknum yang memotong uang tersebut yang mengatasnamakan pendamping PKH. Maka dari itu ini memang cara saya agar mengingatkan kembali sangsi-sangsi akibat memotong uang tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Astri, kegiatan ini juga sekaligus menindaklanjuti program dari direktur pusat mengenai pemberantas bank emok dan yang lainnya. Maka dari itu pihaknua membawa mitra dari Bank BRI untuk memberikan solusi kepada KPM bagi yang meminjam kepada bank-bank yang tidak berbadan hukum.

“Untuk KPM yang mendapatkan program PKH di Kecamatan Cipanas ini yaitu kurang lebih 6000 KPM di Cipanas sendiri untuk pendamping PKH ada 14 orang jadi setiap pendamping itu memegang 300 KPM,” ucapnya.

Astri menegaskan, jika ada pelanggaran untuk yang memotong atau yang lain sebagainya, akan dikenakan sanksi. Jika sanksinya ringan akan diberikan surat peringatan dan dikeluarkan dari ketua kelompok. Apabila sanksinya berat yaitu akan dikeluarkan dari kepesertaan PKH atau ditindak secara hukum.

“Kami berharap kepada semua KPM di Wilayah dua kususnya di Cipanas agar para KMP bisa memberdayakan agar KPM graduasinya bisa bertambah lagi karena masih bayak masyarakat yang ekonominya kurang.” tandasnya.(ct6/afs)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks