CIANJURTODAY.COM, Ciranjang – Kondisi rumah Musa Surahman (30), warga Kampung Ciparay, RT 02/RW 02, Desa Kertajaya, Kec. Ciranjang, Cianjur yang dibacok tetangga memprihatinkan. Ia dan keluarganya sudah belasan tahun menghuni rumah reyot yang nyaris ambruk.

Dinding rumah sudah miring ke kanan. Musa yang usaha serabutan merupakan tulang pungung keluarga. Namun disaat sibuk mencari rezeki, ia malah dibacok tetangganya. Karuan saja kejadian tersebut membuat ekonomi keluarga terganggu, karena Musa terbaring sakit akibat bekas bacokan golok.

“Selain mendiami gubuk reyot juga dibacok tetangganya,” ucap Agus (50), tokoh Masyarakat Desa Kertajaya.

Agus menambahkan, dengan terjadinya penganiayaan terhadap Musa, pelaku pembacokan diharapkan dihukum dengan aturan yang berlaku. Selain itu, pihaknya memohon pada Pemkab Cianjur supaya segera perbaiki rumah milik Musa.

“Supaya tidak terjadi ambruk saat sedang dihuni, karena takut adanya hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Kepala Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang, Sunandar, mengatakan, pihaknya bingung karena puluhan rumah tidak layak huni di desanya tidak satu pun yang mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Padahal pihaknya telah mengajukannya sebanyak 50 unit rutilahu, termasuk di dalamnya rumah milik keluarga Musa.

“Dengan adanya itu akan terus berupaya memperjuangkannya. Minimal rutilahu yang benar reyot nyaris ambruk,” tambahnya.

Dibacok Saat Hendak Bekerja

Diketahui, Musa Surahman (30), dibacok tetangga saat hendak bekerja. Akibatnya ia pun menderita luka sobek di kening hingga delapan jaitan.

Pembacokan di Ciranjang itu terjadi pada Kamis (2/7/2020) dini hari. Saat itu, Musa baru saja hendak menjemput rezeki membawa ikan dalam mobil untuk menganvas ke setiap jongko di kawasan Jakarta dan Tangerang.

Pelaku pembacokan di Ciranjang itu disebut merupakan tetangganya sendiri berinisial UL. Informasi yang dapat dihimpun, pelaku kerap menenggak miras bersama rekannya dan selalu membuat gaduh hingga larut malam.

Saat ditemui wartawan, Musa bercerita awal mula pembacokan itu terjadi.

Pada Rabu (1/7/2020) sekitar pukul 19.00 WIB, UL dan temannya terdengar gaduh di dekat rumah korban. Saat itu istri korban pun memintanya agar jangan terlalu gaduh, karena Musa sedang tidur dan akan pergi ke Jakarta.

Saat itu juga UL bersama temannya langsung bubar dan entah kemana perginya. Selang beberapa jam, Kamis (3/7/2020) sekitar pukul 00.30 wib, Musa pun mengendarai mobilnya. Ia berangkat untuk membawa ikan dari tengkulak yang berlokasi di Kampung Babaturan Garut.

Sekitar 1 Km dari lokasi tengkulak, di tempat yang sepi UL menyetopnya. Musa tak curiga dqn langsung berhenti. Namun tak basa basi UL langsung menarik tangan kanan Musa sambil membacok goloknya ke arah muka.

Karuan saja, korban kaget dan menancap gas mobilnya dengan muka berlumuran darah. Tidak cukup sampai disitu, UL terus mengejarnya mengunakan motor bersama temannya.

Di tempat ramai yang banyak ronda malam, Musa berhenti sambil minta tolong. Saat itu pula UL diamankan petugas ronda malam Kampung Sukawening. “Tak lama kemudian kepala desa datang dan langsung mengamankan pelaku ke Polsek Ciranjang,” kata Musa.(ct5/rez)