Today

Kondisi Terminal Rawabango Memprihatinkan: Atap Bolong, Jalan Rusak

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Kondisi fasilitas umum di Terminal Rawabango, Kecamatan Karangtengah, Cianjur memprihatinkan. Banyak atap di tempat duduk bolong hingga jalan berlubang yang dapat memicu kecelakaan.

Menurut pantauan Cianjur Today, terlihat atap bangunan tempat tunggu penumpang sudah tidak utuh. Ketika hujan, bisa saja air membanjiri tempat duduk sehingga penumpang tak dapat berteduh.

Terlihat hanya ada beberapa calon penumpang yang mengisi tempat duduk. Beberapa penumpang lainnya memilih untuk menunggu bus di warung-warung yang ada di sekitar terminal

Salah seorang calon penumpang, Yayan (40), mengaku lebih nyaman menunggu bus di warung. Dia mengatakan, tempat duduk yang disediakan terkadang kotor, apalagi setelah hujan deras.

“Di sini mah lumayan bersih dan nyaman. Apalagi kalau mendung gini takut hujan, mana bisa neduh kalau di sana. Saya mau ke Sukabumi,” katanya, Rabu (02/09/2020).

Sementara Tia (27), calon penumpang ini lebih memaksakan diri duduk di tempat yang disediakan meski dengan kondisi yang memprihatinkan. Ia menilai, harus pilih-pilih tempat duduk yang bersih.

“Kelihatannya emang jarang dibersihkan jadi harus pilih-pilih kalau mau duduk. Tapi, takutnya kalau hujan malah banjir gitu kan atapnya bolong-bolong gitu,” sebutnya.

Tanah Bermasalah

Secara terpisah, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Hendra Wira mengatakan, pihaknya bukan tidak ingin memperbaiki. Namun tanah Terminal Rawabango diketahui bermasalah.

“Memang terminal di bawah Dishub cuma yang saya ketahui, karena yang tahu itu Bidang aset dan hukum di BPKAD. Kalau yang saya tahu itu tanahnya tukar guling dengan hutan kota. Terakhir itu gugatannya Pemda kalah, jadi harus membayar sejumlah sekian. Itu kan akan dibayar oleh pemda melalui BPKAD jadi mungkin yang akan lebih detail itu di BPKAD,” tuturnya saat ditemui Cianjur Today, Rabu (02/09/2020).

Selain itu, dirinya mengaku tidak tahu jumlah Sanksi yang harus dibayar oleh Pemda Cianjur. Ia menyebut, pihaknya takut untuk memperbaiki terminal jika Sanksinya belum dibayar.

“Istilahnya masih belum punya hak Pemda penuh masih ngambang takutnya diperbaiki ternyata pindah kemana. Jadi sampai sekarang seperti itu karena masih menggantung kasus hukumnya. Makanya belum diperbaiki. Kalau sudah sah milik Pemda kita pelihara.” tukasnya.

Sementara itu, pihak BPKAD Cianjur hingga kini masih belum bisa ditemui. Ketika Cianjur Today mencoba mendatangi kantor BPKAD, pihak yang bersangkutan sedang tidak ada di kantor.(afs/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button