Today

Kopi Sarongge, Cita Rasa Cianjur untuk Dunia

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Siapa yang tidak suka kopi? Minuman yang berasal dari biji kopi ini memang menjadi primadona bagi sebagian besar masyarakat Cianjur. Namun, tak lengkap jika Anda belum mencoba Kopi Sarongge.

Pertanian dan Pabrik Kopi Sarongge berada di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Cianjur. Pertanian kopi yang mulai berdiri sejak 2015 itu, kini tidak hanya terkenal hanya dalam negeri saja, namun sudah menembus pasar luar negeri.

Salah seorang petani dan pegawai Kopi Sarongge Desa Ciputri, Ma’mun mengatakan, ada sekitar 21 hektar lahan kopi yang dikelola kelompok tani. Namun, sebagian lahan ada juga yang dikelola secara pribadi.

“Jenis kopinya sendiri di sini ada Arabika dan Robusta. Kalau dari Arabika, kami memiliki berbagai varietas,” ujarnya saat ditemui Cianjur Today, Kamis (22/7/2021).

Ia mengatakan, penjualan Kopi Sarongge di dalam negeri, masih didominasi untuk pesanan kedai kopi, cafe, hingga konsumsi rumahan.

Sementara untuk penjualan dalam negeri, Kopi Sarongge sudah banyak dipesan para pecinta kopi dari daerah Batam, Aceh, sampai Wamena Papua.

“Kalau untuk penjualannya sendiri lebih banyak di luar daerah daripada di Cianjur. Mungkin karena belum banyak yang tahu,” ungkap dia.

Ia menuturkan, kini sudah merambah penjualan ke luar negeri. Bahkan, ia pernah mengirimkan Kopi Sarongge hingga ke beberapa negara besar.

“Negara lain pun sudah mencicipi kopi asal Kota Santri ini. Seperti ke Singapura, Inggris, Korea, dan Jepang juga sudah pernah memesan,” kata dia.

Meskipun begitu, pabrik yang memiliki sekitar 10 pegawai ini, tidak menjual banyak produk. Bahkan, dalam sebulan tidak sampai satu ton.

“Sekali panen petani bisa memanen 50 kilogram ada juga yang 100 kilogram lebih,” ucap dia.

Ia memaparkan, pohon kopi bisa panen dua kali dalam setahun, yaitu panen raya dan panen sela. Pada Juli ini, Kopi Sarongge kebetulan tengah menggelar panen raya.

“Panen kopi sendiri untuk jenis Arabica itu rentang waktu Mei sampai Juli,” tutur dia.

Kopi Sarongge menjual berbagai produk dengan bermacam bentuk. Mulai dari biji kopi, kemasan siap seduh, sampai green beans. Kisaran harganya yaitu Rp9 ribu-Rp500 ribu.

“Produknya sendiri, kami sesuaikan tergantung permintaan pelanggan. Kisaran harga tergantung proses, ada yang dari luwak, honey, dan lain-lain,” terang dia.

Ma’mun mengaku, selama pandemi Covid-19, produksi kopi ini ikut terdampak hingga 75 persen.

“Biasanya kami melakukan pengiriman rutin ke Jakarta, namun karena aturan PPKM Darurat, akses menjadi terhambat,” tandas dia.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button