TODAY

Korban Tewas Kecelakaan di Bypass Cianjur Asal Cugenang

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Identitas korban kecelakaan di Bypass Cianjur, Sabtu (17/8/2019) pagi terungkap. Korban diketahui bernama Dadin, seorang warga Pameungpeuk, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang.

Setelah kecelakaan tersebut, jenazah korban langsung dibawa oleh pihak keluarga. Korban meninggal dunia setelah mengalami luka serius di bagian kepala.

ā€œNamanya Dadin. Setelah kejadian, jenazah korban langsung dibawa keluarga,ā€ kata Kanit Laka Lantas Polres Cianjur, Ipda Iwan Hendi.

Ia mengatakan mobil pick up tersebut melaju dari arah Jakarta ke arah Bandung, mobil pick up tersebut menabrak sepeda motor yang melaju pelan di depannya.

“Jadi pagi-pagi telah terjadi kecelakaan lalu lintas kendaraan pick up yang melaju dari arah Puncak atau Jakarta ke arah Bandung atau AGJ. Korban langsung meninggal di tempat kejadian,” katanya.

Sopir Pikap Ngantuk

Iwan menuturkan kecelakaan ini mutlak kelalaian pengemudi. Sebab, pengemudi berinisial S tersebut mengaku mengantuk sehingga menabrak sepeda motor di depannya.

“Jadi ini mutlak human error, jadi hasil pemeriksaan sementara, pengemudi memang merasa kelelahan, mengantuk. Tidak fokus, tidak konsentrasi. Jadi menabrak,” tuturnya.

Diketahui nama korban kecelakaan tersebut adalah Udin, seorang warga Kampung Rasid, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang. Menurut informasi, korban bekerja sebagai pekerja di pabrik tahu.

Baca Juga: Kecelakaan di Haurwangi, Seorang Pelajar Tewas Terlindas

Saat ini, lanjut Iwan, pengemudi yang berasal dari Bandung Barat tersebut telah diamamkan dan tengah dilakukan pemeriksaan bersama saksi-saksi yang ada.

“Saat ini pengemudi sudah kami amankan di sini dan sedang dilakukan pemeriksaan berikut saksi-saksi yang ada di tempat kejadian,” sambung Iwan.

Baca Juga: Kecelakaan di Bypass Cianjur, Pemotor Tewas Diseruduk Mobil

Berdasarkan undang-undang lalu lintas pengemudi tersebut terancam hukuman penjara maksimal 6 tahun karena ia memaksakan diri untuk mengemudi dalam keadaan mengantuk.

“Iya dijerat. Jadi pasti dijerat dengan hukuman maksimal 6 tahun. Menurut undang-undang lalu lintas, ya. Sebab, dia kan mengantuk, kelelahan. Seharusnya istirahat dulu, tidur dulu. Dalam keadaan seperti itu pengemudi tidak boleh berkendara.” pungkasnya.(ct1)

Reporter : Afsal Muhammad
Editor : M Reza Fauzie

Baca Selengkapnya

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close
Close

Matikan Blok Iklan Untuk Melihat Berita Kami

Dukung Kami Dengan Tidak Menutup Iklan