Today

KPK OTT Bupati Cianjur dan Pejabat Disdikbud

CIANJURTodayKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Cianjur dan pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Rabu, (12/12/2018).
Tim Penindakan KPK ditugaskan di Cianjur sejak subuh. 6 orang diamankan dan langsung dibawa ke kantor KPK untuk proses lebih lanjut. Hal itu dilakukan setelah didapatkan bukti awal dugaan telah terjadi transaksi suap terhadap Penyelenggara Negara.
Sebelumnya KPK mendapat informasi akan ada penyerahan uang terkait dengan anggaran pendidikan di Cianjur. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, terdapat bukti awal adanya dugaan pemberian suap untuk Kepala Daerah.
KPK menduga uang tersebut dikumpulkan dari kepala sekolah untuk kemudian disetor ke Bupati. 6 orang yang diamankan itu terdiri dari Kepala Daerah, Kepala Dinas dan Kepala Bidang, dari unsur MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), dan pihak lain.
Dari lokasi juga diamankan uang sekitar Rp1,5 milyar yang diduga dikumpulkan dari kepala sekolah.
KPK belum dapat memberikan informasi secara rinci. KUHAP memberikan waktu pada KPK selama maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan tersebut. Hasilnya akan disampaikan secara lebih lengkap pada Konferensi Pers.
Kantor Disdikbud Cianjur Digeledah
Terpisah, Dinas pendidikan Kabupaten Cianjur kedatangan lima orang tak dikenal yang diduga pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi. Hal ini terkait dugaan Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK kepada Bupati Cianjur.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Asep Seapurohman, membenarkan kedatangan lima orang yang tidak dikenal Kelimanya membawa kunci ruangan kepala dinas dan ruang Kepala Bidang SMP yang terletak berjauhan.
Dirinya belum bisa memastikan apakah kelima orang tersebut dari Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) atau preman yang melakukan tindak kriminal terhadap dua orang penting di Dinas Pendidikan Cianjur.
“Saya hanya dapat cerita dari staf terkait kedatangan lima orang yang tidak dikenal membawa kunci ruangan kadis dan Kabid. Mereka datang pagi-pagi, empat orang laki-laki dan satu orang perempuan,” ucapnya kepada cianjurtoday.com.
Dia menjelaskan, tidak tahu menahu terkait ditangkapnya kedua orang petinggi di Disdik Cianjur itu, namun ia membenarkan kedua orang tersebut tidak terlihat sejak pagi hingga siang menjelang, bahkan telepon selular keduanya tidak dapat duhubungi.
“Mungkin saja Ini aksi premanisme yang menimpa keduanya, mungkin saja kepolisian dan mungkin juga KPK. Saya masih melakukan kordinasi dengan staf terkait masalah Ini,” katanya.
Dari pantauan CianjurToday, sejak pagi hingga siang menjelang suasana di lingkungan Kantor Disdik Cianjur terlihat sepi. Ruangan Kepala Dinas Cecep Sobandi dilantai II kantor tersebut dalam keadaan terkunci, sedangkan hal yang sama terlihat di ruangan Kabid SMP Rosidin, namun lampu dalam ruangan terlihat masih menyala.
Beberapa orang staf di ruangan kabid, terlihat hanya berbincang-bincang, bahkan ketika sejumlah pewarta datang mereka langsung terdiam, seorang diantaranya mengatakan kalau kabid tidak terlihat sejak pagi.(arm/riz)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks