CIANJURTODAY.COM, Kadupandak – Dugaan kasus anak bunuh ayah di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur memasuki babak baru. Pria berinisial H (24), yang disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), diamankan Polsek Kadupandak setelah diduga menganiaya ayahnya sendiri, Ruslan, hingga tewas mengenaskan.

Ruslan ditemukan tak bernyawa di pematang sawah Kampung Gintung RT 02/RW 03, Desa Sukaresmi, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Rabu (29/7/2020). Sehari sebelumnya atau Selasa (28/7/2020) siang, korban terlihat bersama anaknya berjalan menuju sawah yang berada di dekat hutan lahan Perhutani.

“Saksi sepintas melihat korban berjalan menuju TKP dan diikuti oleh pelaku sekitar dua meter di belakangnya,” papar Kapolsek Kadupandak, AKP Deden Sulaeman, Kamis (30/7/2020).

Ia menuturkan, pada Selasa (28/7/2020) sore korban tidak kunjung pulang. Namun anak korban yang diduga pelaku pulang ke rumah. Besoknya, anak korban yang bernama Adi (13) mengajak pelaku H mencari korban. Tak lama kemudian, korban ditemukan di pematang sawah sudah meninggal dunia dengan luka memar di tubuhnya.

“Korban mengalami luka memar di bagian dada dan pinggang yang mengakibat ginjalnya pecah,” ujarnya.

Saat olah TKP ditemukan bambu sekitar dua meter dan dua pasang sandal. Jasad Ruslan kemudian dibawa ke RSUD Sayang Cianjur untuk diautopsi.

Polisi mengamankan anak korban berinisial H yang diduga pelaku karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Deden menyampaikan, dugaan sementara pelaku mengarah ke anak korban yang membunuh ayah sendiri. Hal itu dikarenakan hasil dari keterangan saksi, saat berjalan dengan korban pelaku memakai baju warna hitam.

Saat diamankan polisi pun terduga pelaku masih memakai baju hitam dengan bekas tanah masih menempel di bajunya. “Waktu ditanya pelaku kadang jawab kadang tidak. Tapi saat ditanya sandal yang ada di TKP pelaku mengakui bahwa salah satu sandal itu memang miliknya,” tambahnya.

Polisi pun membawa terduga pelaku ke rumah sakit jiwa untuk memastikan bahwa pelaku benar-benar mengalami gangguan jiwa atau tidak.(ian/rez)