Gaya Hidup

Kurang Sinar Matahari, Tujuh Penyakit Ini Bisa Menyerang

CIANJURTODAY.COM – Kehidupan tak bisa terlepas dari alam dan benda- benda semesta. Terutama matahari, setiap hari kita berjumpa dan merasakan sumber energi yang dihasilkan oleh matahari. Cahaya, hangat, hingga panas mampu dirasakan hampir setiap harinya di Indonesia ini.

Matahari atau Surya adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km, atau kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi mewakili kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya. Jarak rata-rata dari matahari ke bumi sekitar 149.6 juta kilometer. Sinar matahari juga memiliki manfaat untuk tubuh. Kurang sinar matahari, beberapa penyakit bisa menyerang.

Seberap penting matahari bagi kehidupan?

Meski jaraknya yang begitu jauh, namun cahayanya bergerak dari matahari ke bumi selama delapab menit 19 detik. Matahari sangat penting bagi kehidupan dan merupakan hal yang penting yang diperlukan tubuh manusia. Mengandung vitamin D yang berperan penting untuk memelihara kesehatan tubuh, terutama pertumbuhan tulang. 

Tepatnya, paparan sinar matahari diperlukan oleh tubuh untuk membentuk vitamin D secara alami. Tubuh yang akan memproduksi vitamin D dengan membakar kolesterol yang ada di sel kulit, untuk mengefektifkan fungsinya dalam tubuh.

Misalnya membantu penyerapan kalsium dan fosfor, hal paling penting karena fungsinya memperkuat tulang. Menjaga kesehatan jantung, berjemur di bawah sinar matahari memberikan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler (sakit jantung).

Vitamin D dari matahari juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan otot.

Berikut penyakit yang bisa menyerang tubuh karena kurangnya vitamin D dari sinar matahari:

Penyakit tulang

Vitamin D yang diperoleh dari sinar matahari ini, berguna untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfor dalam tubuh. Kedua mineral memilki peran penting dalam menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. Jika asupan vitamin D tidak terpenuhi, kemyngkinan besar penyakit tulang berikut ini bisa dialami.

Osteoporosis

Berkurang atau hilangnya kepadatan dan kekuatan tulang. Penyakit ini menimbulkan tulang lemah, menipis, terasa nyeri atau sakit, dan rentan patah.

Osteomalacia

Kondisi terjadinya pelunakan pada tulang. Penyakit ini dapat mengakibatkan nyeri pada punggung bawah, panggul, pinggul, kaki, dan tulang rusuk. Nyeri tersebut bisa terasa berat setelah beraktivitas atau di malam hari.

Penyakit Jantung

Penelitian medis menunjukan bahwa orang yang kekurangan vitamin D lebih rentan terserang penyakit jantung dan hipertensi. Hal ini diduga karena rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami peradangan yang dapat merusak pembuluh darah.

Sinar matahari berperan penting untuk menyediakan vitamin D, maka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar kulit Anda terkena sinar matahari sekitar 5-15 menit selama 2-3 kali dalam seminggu.

Tapi, tidak disarankan berjemur pada pukul 10.00-16.00, sebab kulit akan lebih rentan terbakar.

Radang Sendi

Menurut penelitian, kekurangan vitamin D umum dialami oleh penderita radang sendi atau arthritis. Salah satu faktor risiko untuk terkena penyakit ini adalah penggunaan obat-obatan golongan kortikosteroid dalam jangka panjang. 

Obat ini dapat mengurangi kadar vitamin D dan kalsium dalam tubuh, sehingga membuat tulang dan sendi menjadi lemah.

Berkurangnya kesempatan hamil

Kurang sinar matahari akan menambah kadar melatonin dalam tubuh wanita. Hormon ini akan menekan kesuburan sehingga mengurangi peluang untuk hamil.

Bukan hanya itu, wanita yang lebih sedikit terkena sinar matahari akan lebih cepat mengalami menopause dibanding mereka yang sering terpapar cahaya matahari.

Daya Tahan Tubuh Menurun

Tidak cukup atau kurangnya tubuh terkena paparan sinar matahari, memngakibatkan kurangnya pertumbuhan sel darah putih pada tubuh. Ketika semakin sedikit jumlah sel darah putih dalam tubuh, semakin sulit kita melawan infeksi. Beasr kemungkinanya daya tahan tubuh menjadi lemah, dan mudah terserang penyakit.

Gangguan sistem syaraf

Khususnya bagi Anak-anak, tidak mendapatkan sinar mentari yang cukup berisiko mengalami multiple sclerosis, sebuah penyakit pada sistem saraf pusat saat mereka beranjak dewasa.

Multiple sclerosis merupakan gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Multiple sclerosis akan menimbulkan gangguan pada penglihatan dan gerakan tubuh.

Gigi berlubang

Ternyata gigi juga ikut menderita jika kita kurang mendapat terpaan cahaya matahari. Orang-orang yang hanya mendapatkan sedikit sinar matahari biasanya memiliki banyak permasalahan kesehatan gigi, salah satunya gigi berlubang.

Sangat bahaya bukan? Jika tubuh menagalami kekurangan sinar matahri. Meskipun sinar matahari baik untuk kesehatan tubuh, namun ingat bahwa jika terlalu banyak terpapar sinar matahari juga bukanlah sesuatu yang baik.

Sinar UV dapat menyebabkan kulit terbakar dan juga penyakit kulit yang berbahaya seperti kanker. Bila ingin berjemur, lakukan di pagi hari hingga pukul 10. Sinar matahari lebih dari pukul 10 pagi justru berbahaya.(*)

Penulis: Siti Nurlaela
Foto: Pixabay
Diolah dari berbagai sumber

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami