Today

Libatkan RT/RW, Sosialisasi Disiplin Prokes Covid-19 di Kelurahan Sayang Terus Gencar Dilakukan

CIANJURTODAY.COM, Sayang – Demi mengantisipasi penyebaran dan penularan Covid-19, Kelurahan Sayang makin memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan Kelurahan Sayang. Salah satunya adalah melibatkan RT/RW untuk terus memantau aktivitas warga dan melaporkan jika ada temuan kasus warga yang terinfeksi virus Corona.

Lurah Sayang, Syahda Firmansyah (37) mengungkapkan, saat ini penyebaran Covid-19 masih terbilang cukup tinggi, bahkan hari ini tercatat ada kasus konfirmasi positif sebanyak 2.404 kasus.

“Saat ini data terupdate warga yang positif Covid-19 di Kelurahan Sayang belum ada, namun terakhir pada Desember 2020 ada sekitar 20 orang lebih. Karena sekarang sudah ditangani langsung oleh pihak Puskesmas,” ujar Syahda kepada Cianjur Today, Senin (8/2/2021).

Ia menjelaskan, penanggulangan yang sudah dilakukan oleh pihak Kelurahan Sayang cukup beragam. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat untuk menerapkan 5M dan memberi imbauan atau surat edaran yang disampaikan kepada RT/RW, agar bisa disampaikan kembali kepada warganya secara rutin.

“Kami terus gencar sosialisasi kepada masyarakat agar disiplin menerapkan 5M, selain itu kami juga kami turut melibatkan ketua RT/RW dalam memberikan imbauan penerapan disiplin protokol kesehatan tersebut melalui surat edaran,” ungkapnya.

Syahda menyebut, posko gugus tugas di Kelurahan Sayang kini sudah diaktifkan kembali, setelah sebelumnya sempat vakum. Ia pun berharap penularan Covid-19 di Kelurahan Sayang bisa mulai terpantau lagi.

“Mudah-mudahan ke depannya bisa kami rekap lagi warga yang terpapar Covid-19 dan kegiatan sosialisasi lebih maksimal dilakukan,” paparnya.

Saat ini, lanjutnya, Kelurahan Sayang belum bisa lagi membagikan masker dan handsanitizer pada warga, tetapi hanya sekadar menyampaikan informasi agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dan 5M.

“Awal-awal kami ada pembagian masker, handsanitizer, dan sabun cuci tangan, tetapi sekarang sudah terhenti. Saat ini kami hanya menyampaikan edaran kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Ke depannya, jika ada donatur, kami pasti akan lakukan lagi kegiatan tersebut sekaligus menggelar penyemprotan disinfektan,” tuturnya.

Syahda sendiri sangat setuju jika di Cianjur ini melakukan AKB seperti yang disampaikan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. Namun, lanjutnya, pemerintah juga harus mempertimbangkan mata pencaharian warga, karena sebelumnya banyak warga yang mengeluh dengan adanya penerapan PSBB.

“Pada saat PSBB dulu banyak warga yang mengeluh karena turunnya penghasilan mereka akibat terbatasnya mobilitas dan aktivitas warga. Namun saat ini di AKB agak lebih longgar, namun 5M tetap wajib dilaksanakan,” ungkapnya.

Dalam hal pelayanan, sambung Syahda, di Kelurahan Sayang tetap dilaksanakan seperti biasa, tapi jika ada masyarakat yang datang ke Kantor Kelurahan Sayang ini wajib memakai masker dan cuci tangan di tempat yang sudah disediakan.

“Allhamdulilah pegawai kami saat ini tidak ada yang positif Covid-19 dan untuk pelayanan masih seperti biasa dilakukan, namun bedanya lebih memperketat protokol kesehatan. Para petugas pun kami terapkan sistem bergilir setiap hari, karena kami juga diwajibkan untuk melakukan WFH,” bebernya.

Ia berharap, semua masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dengan baik dan jika ada yang akan mengadakan acara apapun dan berpotensi kerumunan dimohon menyampaikan izin pada pihak gugus tugas.

“Mudah-mudahan Covid-19 ini bisa cepat berakhir. Saya meminta pada masyarakat agar selalu mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan supaya penularan Covid-19 tidak semakin tinggi,” pungkasnya.(ct9/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button