PendidikanToday

MAN 1 Cianjur Gelar Matsama Online Selama Tiga Hari

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – MAN 1 Cianjur menyelanggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) secara daring atau online. Hal itu karena pandemi Covid-19 masih berlangsung meskipun tahun ajaran baru sudah dimulai.

Kepala MAN 1 Cianjur, H Isep Syamsul Alam, menyebut, pada dasarnya setiap lembaga pendidikan ingin kembali berkegiatan normal. Namun, aturan yang tidak mengizinkan untuk kegiatan tatap muka.

“Tapi karena aturan bahwa kita masih berada di zona kuning, jadi kalau zona kuning itu tidak boleh mengadakan kegiatan tatap muka di sekolah termasuk Matsama,” tuturnya saat ditemui Cianjur Today, Senin (13/07/2020).

Akhirnya, lanjutnya, Matsama digelar secara daring atau online. Matsama di MAN 1 Cianjur digelar secara daring atau online melalui aplikasi zoom dan siaran langsung di Instagram. Meskipun ada beberapa kendala teknis.

“Zoom ini Kamis sudah coba tapi ada kendala waktu itu ada putus komunikasi jadi tidak bisa diadakan. Karena zoom berbayar itu bebas waktu dan bebas jumlah. Karena itu tadi akhirnya memakai yang tidak berbayar dengan kapasitas 100 orang, akhirnya banyak yang lari ke Instagram,” jelasnya.

Namun, Isep mengungkapkan, efektifitas dari Matsama atau MPLS daring itu masih kurang. Ia menyebut, terkadang ada peserta yang terkendala jaringan atau kuota internet. Dengan demikian kegiatan pun otomatis terganggu.

“Tapi, mudah-mudahan mereka semua tidak miss communication. Insya Allah kedepan kami terutama tentang disiplin akan disampaikan ketika sudah normal. Baik secara lisan atau tertulis. Misalnya disiplin akan dibagikan ke seluruh siswa baru supaya tidak ada Miss communication,” katanya.

Berlangsung Tiga Hari

Matsama ini akan digelar selama tiga hari sampai Rabu (15/07/2020). Termasuk proses pembelajaran di tahun ajaran baru pun akan menggunakan sistem daring.

“Sementara Ini full daring diadakan tiga hari saya yakin semua lembaga pendidikan semua full daring. Proses belajar mengajar juga full daring sepanjang belum ada kebijakan pemerintah yang mengharuskan tatap muka,” ujarnya.

Selain itu, dirinya pun menjelaskan, terkait efektifitas pembelajaran daring. Sudah ada aturannya sehingga pihaknya menggunakan kurikulum darurat selama pandemi Covid-19.

“Keefektifan tentu sesuai dengan aturan juga ada edaran dirjenpendis nomor 686 yang menyampaikan bahwa proses belajar mengajar harus. Jangan sampai siswa dirugikan dan tidak mengejar target kurikulum. Maka ada kurikulum darurat. Jadi kami menggunakan kurikulum darurat itu. Sepanjang ada situasi bencana nasional.” tukasnya.(afs/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks