Bisnis Today

Manjur Net Siap Wujudkan Smart Village dan Atasi Blank Spot di Cianjur

CIANJURTODAY.COM – ISINDO dan Cianjur Local Heroes (CLH) membuat sebuah merk dagang sosiopreneurship yang bernama Manjur Net. Hal ini sebagai ikhtiar untuk mewujudkan Cianjur yang 0 kasus blank spot.

Komisaris Manjur Net, Ir Ichwan Nezzt mengatakan, 59 dari 354 desa di Kabupaten Cianjur masih dianggap sebagai wilayah blank spot. Keadaan ini pun menghambat para siswa menempuh pendidikan yang layak di era daring saat pandemi.

“Ini menjadi catatan penting untuk berbagai pihak bisa ikut serta dalam digitalisasi desa dan membuat kasus tersebut menjadi 0 persen,” tuturnya kepada Cianjur Today, Senin (4/10/2021).

Ia menambahkan, bukan hanya membuat kasus blank spot menjadi 0, ikhtiar lain yang tengah dijalankan oleh Manjur Net adalah Smart Village. Caranya dengan memfasilitasi tiap desa dengan piranti cerdas, seperti yang sudah berjalan di Desa Rancagoong Kecamatan Cilaku.

“Di sana kami membuat Smart Pole atau Tiang Pintar yang menyimpan beberapa teknologi. Ada CCTV, panic button, hotspot, dan memfasilitasi desa sebuah aplikasi bernama SaragaApps,” tambahnya.

Kata Ichwan, aplikasi tersebut akan mempermudah masyarakat desa mengurus proses surat menyurat. Kedua tekhnologi tersebut akan terintegrasi satu sama lain, dimana beberapa fitur akan terkoneksi dengan smartpole sebagai contoh adanya panic button.

“Selain itu kantor desa akan dilengkapi oleh command center yang befungsi untuk
menerima semua informasi dari applikasi yang digunakan oleh masyarakat,” paparnya.

Di samping itu, pihaknya menargetkan pembangunan infrastrukturTol Langit (Internet), yang akan menjadi bypass masyarakat dalam mengakses berbagai informasi.

“Ini akan menjadi keran literasi bagi masyarakat desa, dengan keadilan literasi akan membuat SDM desa berdaya guna dan memiliki daya saing. Maka dengan Tol Langit tersebut akan melahirkan smart people atau SDM yang berdikari secara ekonomi,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, target selanjutnya yaitu terciptanya berbagai populasi Smart Village yang berkelanjutan akan melahirkan sebuah ekosistem yang bernama Smart City.

“Pemandangan yang ingin kami saksikan adalah ketika kebutuhan pokok masyarakat bukan lagi perihal sembako, tetapi tentang usaha pemenuhan dalam berkarya, bermanfaat untuk sesama, alam dan budaya,” tandasnya.(*)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami