Nasional

Mantan Bintang Porno, Mia Khalifa Kutuk Aksi Kabur Presiden Ashraf Ghani dari Afghanistan

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Kaburnya Presiden Ashraf Gani saat kelompok Taliban menguasai Afghanistan membuat mantan bintang film porno, Mia Khalifa angkat bicara.

Ia pun mengutuk keras aksi Presiden Ashraf Gani yang melarikan diri dan meninggalkan warganya dalam kondisi penuh ketakutan dan kekacauan.

Mia Khalifa meminta semua negara menolak menampung Presiden Ashraf Gani yang kabur di saat Taliban sudah berkuasa. 

“Dan ke mana dia (Presiden Ashraf Ghani) pergi? Negara mana pun yang dia masuki harus melarang dia mencari perlindungan dan meninggalkan warganya di tangan Taliban,” tulisnya disadur dari Toronto Sun.

Mia Khalifa juga menuding keterlibatan badan intelijen Amerika Serikat (AS) CIA di balik kemenangan Taliban di Afghanistan. 

Menyadur dari Toronto Sun, pada Rabu (18/8/2021), perempuan berusia 28 tahun ini menyatakan hal tersebut dalam unggahannya di media sosial Instagram miliknya.

“(Ini) saat yang tepat untuk mengingatkan semua orang bahwa CIA Amerika adalah orang yang pertama kali menciptakan dan mendanai Taliban,” ungkapnya.

Dalam unggahan tersebut, Mia Khalifa juga mengingatkan kembali awal mula keterlibatan badan intelijen AS tersebut yang menciptakan dan mendanai Taliban.

Pemerintah AS sendiri disebut-sebut memasok uang dan senjata kepada Mujahidin Afghanistan yang memerangi Soviet saat Perang Dingin sebelum Perang Saudara Afghanistan pecah pada 1979.

Dalam unggahan tersebut, dia mengaku takut dengan peristiwa yang terjadi di negara Asia Tengah tersebut.

Masa lalu Mia Khalifa yang lahir di Lebanon dan bersama keluarganya merupakan pelarian yang memilih pindah ke AS sebagai tempat tujuan. Hal itu dilakukan lantaran terjadinya konflik sektarian yang terus menerus di negara tersebut.

Khalifa juga mengecam negaranya sendiri, Lebanon. Ia mengemukakan, karenanya AS menarik pasukan dan membuat orang Afghanistan rentan terhadap keinginan kediktatoran brutal.

Bahkan, dia menyebutnya sebagai monster yang diciptakan AS.

Khalifah pun di menuliskan persoalan yang akan dihadapi kaum perempuan di Afghanistan saat Taliban kembali berkuasa di negeri tersebut.

“Anda tahu apa yang akan terjadi sekarang? Taliban mengambil alih lagi, itu akan kembali ke Hukum Syariah, wanita tidak akan dapat mencari pendidikan. Mereka tidak akan dapat meninggalkan rumah tanpa pengawalan oleh seorang pria, mereka tidak akan dapat menyangkal atau menolak pernikahan apa pun proposal, mereka akan kehilangan semua otonomi tubuh yang mereka miliki sekarang,” bebernya.(sis)

Sumber: Suara.Com

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button