Today

Masih Fokus Penanganan Covid-19, PAD Sektor Pariwisata Cianjur Hanya Capai 64 Persen

CIANJURTODAY.COM, Cipanas – Penanganan Covid-19 masih menjadi fokus utama Pemkab Cianjur, tak heran jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) Cianjur dari sektor pariwisata hanya mampu mencapai 64 persen. Baik itu tempat wisata, hotel, restoran, serta lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur, Enung Sri Hayati. Menurutnya, sektor pariwisata memang masih mengalami masa yang sulit, namun terus berusaha bangkit seiring adanya program vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

“Jadi biasanya setiap tahun itu sektor pariwisata bisa menyumbangkan PAD lumayan besar. Bahkan sering ada yang mencapai lebih dari 100 persen, namun tahun ini hanya bisa lebih dari setengahnya saja,” ujar Enung kepada Cianjur Today saat ditemui di Palasari Kecamatan Cipanas, Selasa (13/4/2021).

Hal tersebut, lanjutnya, penanganan terhadap Covid-19 memang tengah menjadi fokus utama. Salah satunya dimulai dari adanya bantuan alat-alat protokol kesehatan (prokes), pemberian swab, vaksinasi secara gratis pada sektor pariwisata.

“Kami selama ini telah banyak berupaya, termasuk memberikan pembinaan-pembinaan kepada para pelaku usaha di bidang pariwisata. Mudah-mudahan semua pelaku usaha tetap semangat,” kata Enung.

Selain itu, pihaknya sangat mengapresiasi kepada pelaku usaha, termasuk pemerintah desa yang saat ini melakukan inovasi demi membangkitkan kembali pariwisata di masa pendemi yang bertepatan dengan Ramadan saat ini.

“Kami mengapresiasi dan bangga kepada desa-desa yang sudah mau berinisiatif untuk mengadakan wisata Ramadan. Mudah-mudahan awal pelaksanaan ini, potensi pariwisata di desa tersebut bisa lebih maju lagi ke depannya,” harap Enung.

Selain itu, kata Enung, dengan digalakkannya ekonomi pariwisata di desa, program desa wisata yang selama ini harus dibangun di setiap desa mesti jadi perhatian Pemdes. Menurutnya, setiap desa memiliki destinasi wisata sendiri yang unik dan kreatif.

“Ya kan, di setiap desa itu memiliki destinasi wisata serta produk UMKM masing-masing. Maka dari itu setiap desa harus memiliki one village one product,” tutur Enung.

Dengan didorongnya sektor wisata dan semua sektor lainnya diharapkan dapat meningkatkan dengan cepat perekonomian masyarakat saat ini.

“Mudah-mudahan dengan pemulihan ekonomi dengan cara adanya bazar atau apapun yang menonjolkan produk UMKM dan pariwisata di Cianjur bisa tetap maju sejalan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan,” tandasnya.(ct6/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button