Today

Material Longsor Dibersihkan, Jalan di Bojongpicung Sudah Bisa Dilintasi

CIANJURTODAY.COM, Bojongpicung – Muspika Bojongpicung bersama warga dan relawan gotong royong membersihkan jalan menuju Bendungan Cisuru yang longsor, Senin (23/3/2020). Mereka membersihkan jalan dari tanah yang longsor di 8 titik Kampung Cibubuay, Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

Gotong royong dilakukan dengan kompak dan serius, kini akses jalan tersebut sudah bisa dilewati berbagai macam kendaraan. Meski begitu pengendara harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan masih licin akibat lumpur.

Danramil 0811 Bojongpicung, Kapten Arm Suhardi, menjelaskan, longsor terjadi di 8 titik hingga menghalangi akses jalan menuju Bendungan Cisuru. Muspika Bojongpicung, Pemdes Sukarama, Retana, relawan, dan masyarakat setempat gotong royong mengevakuasi tumpukan tanah longsor.

“Berkat kekompakan dan keseriusan, evakuasi tumpukan tanah longsor sebanyak 8 titik selesai dengan cepat. Sekarang sudah mampu dilewati berbagai kendaraan,” ujarnya kepada Cianjur Today, Senin (23/3/2020).

Pjs Kepala Desa Sukarama, Suharto (50), berterimakasih pada semua pihak yang gotong royong mengevakuasi tumpukan tanah longsor. Ia menyebutkan, personel yang terlibat berasal dari Koraramil 0811 sebanyak  6 orang. Polsek Bojongpicung 7 orang, Aparatur Kecamatan Bojongpicung 10 orang, Retana 10 orang. Kemudian Pemdes Sukarama 12 orang dibantu masyarakat setempat 150 orang.

Dikerjakan Manual

Relawan Aliansi Masyarakat Peduli Bumi Nusantara (AMPBN), ikut gotong royong membersihkan jalan dari tanah longsor. Sebelumnya, peristiwa longsor itu terjadi di Kampung Cibubuay, RT 01/RW 01, Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, pada Minggu (22/3/2020) dini hari.

“Jalan yang tertutup material longsor kurang lebih sekitar 20 meter dengan tinggi material tanah sekitar tiga meter,” papar Ketua AMPBN, Anas Solihin.

Ia mengatakan, pembersihan jalan dari tanah longsor dimulai dari jam 07.00 WIB yang melibatkan beberapa personil dari berbagai elemen. Proses evakuasi jalan tersebut memakai cara manual.

“Di kerjakan secara manual dikarekan kondisi jalannya susah untuk membawa alat berat,” ujarnya.

Material yang menutupi badan jalan tersebut berupa tanah dan pohon yang terbawa longsor. Sehingga mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

“Setelah dilaksanakannya kegiatan ini, Alhamdulillah jalan sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan,” terangnya.(ct5/yan/rez)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button