Gaya Hidup

Mengenal Paludarium, Hobi Mahal di Masa Pandemi Covid-19

CIANJURTODAY.COM – Banyak aktivitas atau hobi yang dilakukan ketika masa pandemi Covid-19 berlangsung. Seperti bersepeda, bercocok tanam, memelihara ikan hias, memasak, dan yang lainnya. Baru-baru ini mulai muncul sebuah hobi baru yang mulai banyak peminatnya, yaitu paludarium.

Apa itu paludarium? Paludarium berasal dari bahasa latin Palus (rawa-rawa) dan Arium (wadah/tempat/ruang).

Paludarium adalah jenis vivarium yang menggabungkan unsur air dan darat di dalam wadah atau ruangan tertutup. Paludarium memungkinkan berbagai jenis fauna dapat hidup di dalamnya, seperti hewan air, hewan amfibi, hewan darat, dan bahkan burung juga dapat hidup di dalamnya.

Nah, akuarium dan paludarium masih bagian dari vivarium (wadah tertutup dan transparan untuk memelihara hewan), selain insectarium dan terrarium. Akuarium untuk habitat air saja, terrarium untuk habitat darat saja, insectarium untuk habitat serangga dan paludarium gabungan habitat darat dan air, kadang juga udara.

Ada lagi riparium yang hampir mirip dengan paludarium hanya saja, paludarium lebih fokus di habitat rawa, sedangkan riparium lebih berfokus pada habitat sungai.

Paludarium biasanya terdiri dari wadah tertutup dimana organisme spesifik meliputi tumbuhan dan hewan yang memiliki ciri-ciri umum untuk lingkungan (habitat).

Milenial Tertarik Pada Hobi Paludarium

Kebanyakan generasi milenial saat ini 80 persen lebih tertarik untuk membuat paludarium daripada aquascape. Aquascape adalah seni mengatur tanaman, air, batu, karang, kayu, dan yang lainnya di dalam media kaca atau akrilik, berbentuk kotak kaca mau pun bentuk lainnya yang serupa akuarium.

Aquascape tidak hanya memelihara ikan tapi juga memelihara semua komponen yang ada di dalam akuarium, dengan berbagai pendekatan dan ketelitian.

Paludarium dapat dipelihara murni untuk alasan estetika, ataupun tujuan ilmiah yang dapat disebut Holtikultura. Ukuran Paludarium juga bervariasi dari kotak kecil yang mudah ditampilkan, hingga biosfer yang cukup besar untuk menampung pohon dan lain sebagainya.

Jika ingin mendekati ekosistem aslinya, ukuran paludarium sangat berpengaruh, walaupun sebenarnya paludarium tidak memiliki standar ukuran. Sampai saat ini Montreal Biodome di Kanada yang mencakup lima ekosistem, 4.000 fauna, dan 1.500 flora masih menjadi paludarium terbesar di dunia.

Kesulitan dalam membuat paludarium itu tergantung tema yang akan dibuat. Seperti saat membuat miniatur ekosistem pantai. Bila tujuannya mendekati ekosistem asli, maka air yang digunakan harus air laut, agar ikan laut yang dipelihara dapat hidup.

Untuk harga paludarium tentunya bervariasi bahkan bisa mencapai ratusan juta. Contohnya paludarium milik artis Baim Wong yang dipasang di kantornya, harganya mencapai Rp200 jutaan.(ct7/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker