Today

Mentan SYL Optimistis Tanaman Hias Indonesia Bisa Tembus Pasar Eropa dan Amerika

CIANJURTODAY.COM, Pacet – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo optimistis jika tanaman hias asal Indonesia bisa mendunia hingga menembus pasar Eropa dan Amerika.

Hal tersebut diungkapkan Mentan saat acara ekspose inovasi teknologi tanaman hias bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Holtikultura (Bhalithi), di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (9/9/2021).

“Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki kontur tanah yang baik dan bisa menghasilkan aneka bunga yang indah, bahkan sangat diminati oleh dunia,” ujar Mentan SYL kepada wartawan, Kamis (9/9/2021).

“Maka dari itu, kita harus berikan konsentrasi yang sangat besar untuk bisa mengembangkan potensi ini,” lanjutnya.

Selain itu, lanjut SYL, semua negara kerap menjadikan bunga sebagai bagian-bagian dari filosofi kedamaian.

“Akan menjadi nilai lebih, jika bunga yang kita hasilkan dapat populer di negara Eropa hingga Amerika,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengungkap, meskipun di tengah di masa pandemi Covid-19, ternyata permintaan tanaman hias dari Indonesia di luar negeri sangat besar.

“Bahkan bunga subtropis itu sangat diminati oleh orang yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah-rumah mereka,” tuturnya.

Menurutnya, itulah kenapa peluang ekspor ini harus disiapkan dan dikembangkan dengan maksimal.

“Kita persiapkan prospek ekspor ke luar negeri dengan sebaik mungkin,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan SYL pun turut menyebar 50 ribu bibit tanaman hias yang dihasilkan oleh tim Bhalithi.

“Kita akan sebar kurang lebih 50 ribu benih kepada para penangkar atau petani kita, agar jumlahnya menjadi satu juta benih,” kata Menteri SYL.

Ia menuturkan, di Bhalithi ini, menjadi tempat untuk mengembangkan, memelihara, dan memperkuat genetika aneka tanaman hias yang berasal dari Sabang sampai Merauke.

“Hari ini ada dua genetika yang kita coba lepas dengan nama Mojang Timo yang memiliki arti wanita indah dari Timur,” ucapnya.

Kemudian yang kedua adalah Gincu Perempuan atau perempuan-perempuan yang merah, karena warnanya merah seperti memakai lipstik.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi bunga-bunga berkualitas yang bisa terus kita kembangkan potensi pasarnya,” harapnya.(ren/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami