Today

Merugi, Pedagang Nasi di Cipanas Kena Imbas Harga Cabai Rawit Merah yang Makin Pedas

CIANJURTODAY.COM, Cipanas – Mahalnya harga cabai rawit merah membuat sejumlah pedagang nasi terkena imbas sejak beberapa pekan lalu. Diketahui saat ini harga cabai rawit merah berkisar di harga Rp140 ribu per kilogram.

Salah seorang pemilik warung nasi di Jalur Cipanas-Cianjur, Saepudin (62) mengaku, kenaikan harga tersebut berdampak pada bertambahnya biaya belanja bahan baku. Namun begitu, ia tidak akan mengurangi kualitas olahan masakannya.

“Mahalnya cabai ini jelas bikin rugi, tapi kalau dikurangin nanti beda rasa. Apalagi untuk panganan jenis lotek dan petis (rujak), itu kan rata-rata pakai cabai rawit,” ujarnya kepada Cianjur Today, Selasa (23/3/2021).

Ia mengatakan, mahalnya berbagai bahan pangan seperti cabai rawit merah merupakan risiko bagi pedagang. Oleh karenanya, ia mengaku tidak akan mengurangi penggunaan cabai dalam olahan masakannya karena khawatir nantinya akan kehilangan pelanggan.

“Engga, ini sebenarnya risiko kita sebagai penjual nasi dan lauk pauk. Jualan kan ada juga murahnya, entar pas lagi murah kan lumayan dapat untung, nah kalau lagi mahal ya itu risiko,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, solusi yang dilakukan untuk menghadapi kenaikan harga cabai rawit merah adalah dengan berpindah ke tempat belanja yang lebih murah. Bisa juga dengan membeli cabai rawit yang masih hijau dan membeli cabai merah yang kecil bukan cabai rawit domba.

“Paling solusinya biasanya beli di satu langganan, kini cari penjual cabai yang harganya sedikit murah atau dengan beli cabai rawit hijau dicampur dengan rawit merah. Biar gak terlalu rugi,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan pedagang nasi di Jalan Raya Hanjawar, Neng (45). Menurutnya, mahalnya cabai ini memang cukup membebani, namun ia tidak akan mengurangi penggunaan bahan cabai untuk masakannya.

“Iya kang, dengan mahalnya cabai rawit merah di pasaran cukup membebani. Mungkin saya campur-campur saja biar tidak terlalu rugi,” tutupnya.(ct6/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button