CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Pelajar di Cianjur ternyata masih ada yang belum peka terhadap informasi atau berita di daerahnya sendiri. Meskipun masih ada pelajar kritis yang senang memperbaharui informasi.

Irsal (16) misalnya, pelajar MAN 1 Cianjur ini mengaku, dirinya mengetahui berita-berita yang tengah ramai. Ia mengaku selalu mengetahuinya dari TV.

“Kalau berita Cianjur sih jarang bacanya paling lihat aja di medsos,” tuturnya kepada Cianjur Today di MAN 1 Cianjur, Kamis (06/02/2020).

Namun, Irsal menuturkan, berita sangat penting untuk pembelajaran di sekolah. Sebab, informasi tersebut bisa menjadi bahan belajar.

“Penting sih, karena memang bisa buat menambah pelajaran di sekolah,” kata dia.

Berbeda halnya dengan Azri (16), pelajar MAN 1 Cianjur ini selalu mengikuti pemberitaan lokal di Cianjur. Meskipun dia tidak terlalu sering membaca berita.

“Masa kan orang Cianjur gak tahu info atau kejadian yang ada di daerahnya sendiri,” kata dia.

Azri biasa melihat berita di Instagram atau YouTube. Ia pun menganggap, berita sangat penting bagi pembelajaran di sekolah.

“Berita kan diajarkan di sekolah seperti menyampaikan informasi dan dari informasi itu kita tahu suatu hal,” katanya.

Ia pun menanggapi tentang pelajar yang kekurangan minat baca. Ia mengatakan, kurangnya literasi bagi pelajar memang suatu masalah.

“Rata-rata anak zaman sekarang lebih suka berkomentar daripada membaca. Itu kan masalah, karena remaja biasanya lebih kecanduan gadget atau sosmed,” ungkapnya.

Wajib Didorong

Secara terpisah, salah seorang Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur, H Lily Azies Saleh mengatakan, berita sangat penting bagi pelajar.

“Pelajar itu harus tahu masalah dalam teknik berita, dan cara membacanya,” kata dia.

Lily pun menyesalkan jika banyak pelajar yang kurang minat dalam membaca berita untuk mengetahui informasi di sekitarnya.

“Pelajar harus tahu kejadian sekitar jangan hanya tahu medsos, atau buka medsos itu jangan hanya hiburan, kalau berita daerah sendiri itu penting. Itu memprihatinkan dan wajib didorong,” jelasnya.

Ia pun mengatakan, pelajar yang tidak suka membaca berita akan tidak peka terhadap informasi di sekitarnya. Ia pun menyatakan, pelajar wajib mengetahui informasi.

“Tinggal bagaimana cara agar pelajar bisa membaca berita, karena pelajar memang tidak suka membeli koran, dan yang rajin memberitakan berarti digital. Dan harus digenjot.” pungkasnya.(afs/rez)