Today

Mudik Dilarang tapi Wisata Boleh Buka, Masyarakat Bingung

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Mudik dilarang tapi wisata lokal boleh buka, masyarakat Cianjur pun bingung.

Seperti yang telah kita ketahui, pemerintah melarang kegiatan mudik lebaran 2021 melalui Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tengan Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Peniadaan tersebut dalam rangka menghentikan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Larangan tersebut pun sudah mulai sejak tanggal 22 April-24 Mei 2021 mendatang dan larangan ini lebih cepat dari sebelumnya yakni tanggal 6-17 Mei 2021.

Akan tetapi, pemerintah tidak melarang dan bahkan memperbolehkan masyarakat untuk berwisata dengan protokol kesehatan

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur. Hal ini akan ada penegasan kembali mengenai teknis pelaksanaan pengawasan di lapangan.

“Saya sudah koordinasi dengan forkopimda dan akan dipertegas lagi teknisnya. Kita komitmen bahwa untuk ASN di Cianjur tidak boleh mudik, bukan itu saja akan dijaga di perbatasan-perbatasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tempat wisata boleh buka untuk masyarakat lokal dengan kapasitas 50 persen dari total keseluruhan pengunjung.

“Wisata silakan tapi dibatasi hanya 50 persen pengunjung, juga mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan tisak berkerumun,” kata dia.

Selain itu, pihaknya pun sudah berkomitmen mengenai larangan mudik bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui surat edaran yang sudah keluar.

“Selain itu, jika masyarakat yang ingin memasuki Kabupaten Cianjur jika ingin masuk ke Kabupaten Cianjur untuk membawa surat kesehatan dan juga surat hasil vaksinasi,” kata dia

Kali ini Kabupaten Cianjur tidak ingin kecolongan, orang nomor satu di Kabupaten Cianjur ini pun akan memperketat jalan-jalan alternatif yang menjadi idaman para pemudik.

“Bukan hanya jalan protokol saja, namun jalan alternatif pun akan mendapatkan penjagaan ketat,” tegasnya.

Bingung Wisata Buka tapi Mudik Dilarang

Hal ini sontak membuat beberapa pihak kebingungan. Anan (22) misalnya, warga Desa Nagrak, Cianjur ini merasa aneh ketika wisata tetap boleh buka sementara mudik tidak.

“Aneh aja, karena wisata juga sama-sama berpotensi membuat penyebaran virus Covid-19, kenapa nggak larang sekalian kalau memang agar penularan virus diputus,” kata dia.

Ia mengaku tak bisa memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya. Ia hanya berharap, situasi kembali normal dan pandemi Covid-19 bisa hilang.

“Nggak tahu bakal gimana nantinya, pengennya Covid-19 bisa hilang aja dan semua normal kembali,” tandas dia.(afs/rez)

Berita Lainnya

One Comment

Berikan Komentar Kalian

Back to top button