Today

Nakes RSUD Cianjur yang Meninggal Karena Covid-19 Akan Diberi Tanda Jasa dan Bantuan

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Tenaga kesehatan (nakes) RSUD Sayang Cianjur yang meninggal karena Covid-19, DR akan mendapat tanda jasa dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten dan Satgas Penanganan Covid-19 Cianjur.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman. Ia mengatakan, keluarga nakes yang meninggal karena Covid-19 akan diberi bantuan.

“Insya Allah akan kami beri bantuan sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk memberikan bantuan pada nakes yang meninggal,” tuturnya kepada Cianjur Today, Rabu (10/2/2021).

Sementara itu, Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, hingga kini pihak rumah sakit belum memberikan informasi terkait kronologis lengkap almarhumah bisa tertular.

“Tapi yang jelas almarhumah tidak memiliki komorbid (penyakit penyerta) dan dia memang murni meninggal karena Covid-19,” jelas Yusman.

Selain itu, Yusman belum bisa memastikan dari mana DR bisa terpapar Covid-19. Ia menduga penularan terjadi dalam lingkungan keluarga almarhumah.

“Karena kalau di rumah sakit sudah sedemikian rupa SOP-nya, sehingga tidak mungkin atau sangat kecil kemungkinannya bisa tertular dari pasien,” ungkap Yusman.

Selain itu, Yusman mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur berkewajiban memberikan santunan kepada nakes yang meninggal dunia.

“Karena kami juga sama, memiliki kewajiban untuk memberikan santunan pada nakes yang meninggal. Akan tetapi, nominalnya belum bisa disebutkan, yang jelas ada,” beber Yusman.

Hingga saat ini, sudah ada dua nakes yang meninggal dunia, karena Covid-19 yaitu perawat di Puskesmas Cikondang dan DR Kepala Ruang Isolasi RSUD Sayang Cianjur.

“SOP sterilitas terhadap unsur utama pencegahan bagi nakes agar tidak tertular itu sudah sedemikian rupa, hanya perlu mentaati dan mungkin diawasi lagi aktivitasnya di rumah sakit. Sehingga bisa menjamin keamanan dan kenyamanan karyawan yang ditugaskan di ruang isolasi,” papar Yusman.

Ia berharap, pihak rumah sakit bersama para karyawannya bisa saling mengingatkan tentang potensi penularan Covid-19.

“Harapannya memang ke depan pimpinan rumah sakit bersama-sama dengan karyawan saling mengingatkan tentang potensi atau risiko penularan Covid-19. Sebab potensi penyebaran virus Corona dari rumah sakit lebih besar dibandingkan dalam lingkungam masyarakat,” tandasnya.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button