Today

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Paling Lengkap

CIANJURTODAY.COM– Mandi wajib atau mandi besar bertujuan membersihkan diri dari hadas kecil maupun besar. Mandi Wajib memiliki aturan dan tata cara yang harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut niat, sebab-sebab dan tata cara mandi Wajib.

Niat

Dikutip dari tirto.id berikut lafal niat mandi wajib secara umum

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

Sebab-sebab mandi wajib

Adapun sebab-sebab seseorang harus melaksanakan mandi wajib, sebagaimana dikutip dari beberapa sumber.

Keluar sperma

Keluarnya sperma atau mani baik dari laki-laki maupun perempuan, diwajibkan untuk melaksanakan mandi wajib.

Hubungan seksual

Yang dimaksud hubungan seksual adalah masuknya hasyafah (kepala penis) ke dalam farji (lubang kemaluan) meskipun memakai kondom ataupun tidak keluar sperma.

Terhenti keluarnya darah haid

Saat seorang wanita telah berhenti dari haid atau menstruasi yang merupakan keluarnya darah dari kemaluan wanita dalam keadaan normal, minimal sehari semalam (24 jam) dan maksimal lima belas hari. Sedang umumnya haid keluar selama tujuh atau delapan hari. Maka harus mandi wajib.

Berikut adalah niat dan doa setelah menstruasi: 

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى 

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi Ta’aala. 

Artinya: Saya bermaksud untuk mandi untuk membersihkan dari haid karena Allah Ta’ala. 

Terhenti keluarnya darah nifas

Setelah melahirkan, wanita akan mengalami masa nifas. Waktu nifas adalah 40 sampai 60 hari. Nifas adalah keadaan darah yang keluar dari kemaluan wanita setelah melahirkan. Sebagaimana haid, wanita yang mengalami nifas juga wajib mandi setelah darahnya berhenti.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsin nifaasi lillahi Ta’aala.

Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala.

Melahirkan

Seorang wanita yang telah melahirkan secara normal diwajibkan mandi, meskipun yang dilahirkannya masih berupa segumpal darah atau daging.

Namun untuk proses persalinan melalui bedah cesar, ada perbedaan pendapat di antara ulama. Ada yang berpendapat tetap wajib mandi dan ada yang mengatakan tidak.

Tata cara Mandi Wajib

Dikutip dari tirto.id, berikut ini adalah tata cara mandi wajib menurut Imam Al-Ghazali dalam Bidâyatul Hidâyah.

  1. Ambilah air kemudian basuhlah  tangan sebanyak tiga kali.
  2. Selanjutnya bersihkan segala kotoran dan najis yang menempel di badan.
  3. Lalu berwudhu sebagaimana  wudhu saat akan shalat.
  4. Mandi besar diawali dengan  mengguyur ujung kepala sampai tiga kali. Di waktu bersamaan berniatlah untuk menghilangkan hadas dari janabah.
  5. Selanjutnya guyur atau bersihkan badan bagian kanan terlebih dahulu hingga tiga kali, kemudian bagian badan sebelah kiri juga hingga tiga kali.

Gosok-gosok bagian tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali, dan menyela-nyela rambut atau  jenggot (bila punya).

Air diharuskan mengalir ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut.

Usahakan tangan tidak menyentuh kemaluan, jika tersentuh berwudhulah lagi.

Namun, di antara seluruh praktik tersebut yang wajib dilakukan hanyalah niat, membersihkan najis (bila ada), dan menyiramkan air ke seluruh badan. Selebihnya adalah sunnah muakkadah. (ct2)

Baca Selengkapnya

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker