Jabar

ODGJ Tusuk Warga di Ciwaruga KBB Viral, Hengky Kurniawan Sambangi Rumah Korban

CIANJURTODAY.COM, Bandung – Aksi ODGJ tusuk warga membuat gempar Kampung Ciwaruga, RT 03/RW 05, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (11/10/2021).

Pasalnya, ODGJ berinisial A (28) terduga pelaku tersebut melakukan penusukan terhadap tiga orang warga dan membuat satu orang meninggal dunia. Kabar tersebut langsung menyebar di media sosial hingga viral

Plt Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB), Hengky Kurniawan pun langsung menyambangi rumah korban meninggal penusukan tersebut.

“Innalillahiwainnalillahi rojiun. Saya atas nama pribadi dan Pemkab Bandung Barat mengucapkan turut berbela sungkawa atas apa yang terjadi di Ciwaruga kemarin. Tiga warga menjadi korban penusukan ODGJ, satu orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit,” tulis Hengky di akun Instagram pribadinya, Selasa (12/10/2021).

“Saat ini pelaku sudah ditahan dan dalam pengawasan RSJ Cisarua. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan,” sambungnya.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, Idham Hasyri, saksi mata mengungkapkan detik-detik seorang ODGJ melakukan penusukan pada tiga warga di Kampung pada Senin (11/10/2021) di Kampung Ciwaruga, Parongpong, KBB.

Dalam peristiwa penusukan itu, Ajeng Ruhiat (56) harus meregang nyawa. Sementara dua korban lainnya Ujang Sumarna (43) dan Ian (40) mengalami luka yang cukup serius. Pelaku sendiri diduga mengalami gangguan jiwa.

Peristiwa itu berawal saat saksi juga keluarga korban dan pengurus RW setempat dimintai tolong oleh keluarga pelaku untuk membawa yang bersangkutan ke sebuah pesantren di daerah Subang.

Hal itu lantaran pelaku A diindikasikan mengidap gangguan jiwa selama beberapa tahun belakangan.

“Dia diduga mengidap gangguan kejiwaan. Jadi mau diobati di salah satu pesantren di bawah asuhan Ajengan Ubay,” ungkap Idham, Selasa (12/10/2021).

Mereka pun menyusut siasat dan strategi agar pelaku bisa dibawa ke Subang. Namun tak disangka, petaka muncul saat yang bersangkutan telah mengendus maksud kedatangan pengurus RW.

“Jadi dari pagi kita sudah bolak balik, tapi pelaku ini sempat mengamuk. Jadi kita balik lagi sore, saat di lokasi (rumah pelaku), si pelaku sudah keluar dari kamarnya menunggu warga dengan posisi tangan di dalam jaket terus menantang warga. Jadi kita enggak tahu di dalam jaketnya itu sudah ada senjata tajam,” ungkap Idham.

Kemudian dengan gesut pelaku kemudian menyambar korban Sumarna dengan menghujamkan pisau yang dikeluarkan dari saku jaketnya ke bagian perut korban.

Korban kemudian memegang bagian perutnya yang berdarah-darah, hingga akhirnya dibawa oleh warga yang ada di sekitar lokasi kejadian.

“Awalnya kita enggak tahu dia ditusuk, saya kira hanya dipukul saja. Tapi kemudian dia pegang perutnya yang berdarah. Lalu saya dan warga lainnya bawa ke ambulan, karena ambulan sudah standby untuk bawa pelaku b

Aksi pelaku tak berhenti di situ, amukannya semakin menjadi hingga kemudian menyerang Ian yang tak lain merupakan kakaknya.

Ian juga ambruk setelah dadanya dihujam senjata tajam oleh adiknya sendiri. Terakhir pelaku menyerang korban Ajeng Ruhiyat, yang saat itu baru datang dan tak mengetahui jika A sudah menusuk dua orang warga.

“Dia (korban) berdiri di depan saya yang sedang waspada, akhirnya si pelaku menyerang almarhum. Tusukannya lebih parah dari dua korban sebelumnya. Dia dibawa ke rumah sakit, tapi kemudian kita terima kabar akhirnya meninggal dunia,” jelas Idham.

Pelaku A akhirnya berhasil diamankan warga dan pihak kepolisian setelah dihujam timah panas pada bagian pahanya. Meski saat itu ia masih berusaha kabur namun lukanya menghambat upaya tersebut.

“Akhirnya sama polisi dibawa ke RS Sartika Asih karena dia luka setelah diberi timah panas dulu oleh polisi,” beber Idham.

Korban Ajeng Ruhiyat langsung dimakamkan tak berselang lama setelah dinyatakan meninggal. Sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan segera dioperasi.

“Untuk Pak RW (Sumarna) itu dirawat di RS Hasan Sadikin. Kalau Ian itu di RS Cibabat, mau dioperasi,” kata Idham.

Pelaku Tengah Diobservasi di RSJ Cisarua

Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan membenarkan kejadian penusukan hingga menimbulkan korban jiwa tersebut.

Saat ini pihaknya masih menangani perkara tersebut dengan menggandeng pihak Rumah Sakit Jiwa Cisarua untuk melakukan observasi terhadap pelaku A.

“Kemarin betul ada kejadian penusukan yang diduga dilakukan oleh saudara A, warga setempat Kampung Ciwaruga. Sementara akan diobservasi dan diawasi di rumah sakit gangguan kejiwaan yang ada di Cisarua,” ungkap Imron.(sis)

Sumber: Suara.Com

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button