Today

Oknum Nakes yang Geger Mesum dengan Pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Kini Diperiksa Polisi

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Sebuah berita viral beredar di media sosial, seorang pasien Covid-19 yang sedang menjalani masa isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta Pusat mengaku berbuat mesum sesama jenis dengan oknum tenaga kesehatan (nakes).

Pengakuan tersebut diunggah pemilik akun Twitter @bottialter pada Jumat (25/12/2020) lalu dan membuat geger jagat maya. Kini oknum nakes yang diduga mesum dengan seorang pasien Covid-19 tersebut pun sudah diperiksa pihak kepolisian. Sementara pihak pasien baru akan diperiksa setelah sembuh dari Corona.

“Jadi tadi malam itu sudah kami limpahkan permasalahan dan kasusnya untuk diperiksa pihak kepolisian. Kemarin itu jam 22.00 sampai jam 03.30 (diperiksa), ini yang diperiksa hanya oknum nakes saja, untuk yang pasien belum,” ujar Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin BS, Minggu (27/12/2020).

Herwin mengatakan usai diperiksa, tenaga kesehatan tersebut langsung dikembalikan lagi dini hari tadi sekitar pukul 04.00 Wib oleh pihak kepolisian ke Wisma Atlet. Menurutnya, hasil sementara nakes tersebut masih negatif Corona.

“Nah jam 04.00 Wib nakes tersebut dikembalikan lagi ke Wisma Atlet, oknum nakes ini kan hasil sementara yang kemarin kita lakukan swab test hasilnya masih negatif. Namun kan tidak tahu terpaparnya dalam hitungan detik, menit, waktu, jam kan kita tidak tahu. Sehingga masih boleh hasil negatif, namun untuk menjaga sesuai protokol kesehatan, maka pihak kepolisian menitip dulu ke Wisma Atlet,” jelas Herwin.

Herwin menyebut pasien yang diduga mesum juga akan diperiksa oleh polisi begitu sudah sembuh dari Corona. Sebab menurutnya pasien tidak bisa menjalankan pemeriksaan jika dalam kondisi sakit.

“Iya (pasien) masih positif Corona, tergantung kondisinya dong, kan kasian nanti, kalau positif siapa yang meriksa, kalau lagi sakit nggak boleh juga diperiksa. Bukan hanya ngeri, aturan orang sakit kan nggak boleh diperiksa, bukan cuma Covid-19 saja,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini awalnya diunggah pemilik akun Twitter @bottialter pada Jumat (25/12/2020). Dia mengunggah screen capture atau tangkapan layar berisi percakapan mesum sesama jenis dengan perawat diduga di Wisma Atlet.

Tak butuh waktu lama, cuitan tersebut pun viral. Banyak netizen yang mengecam dan ramai-ramai melaporkan dugaan kasus mesum sesama jenis ini ke akun media sosial Kemenkes, BNPB, hingga Polri.

Saat dilihat, akun @bottialter kini sudah digembok. Atas kasus tersebut, pihak RSD Wisma Atlet akan melakukan evaluasi pengawasan sehingga peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

“Manajemen RSD Wisma Atlet, harus memperbaiki pengawasan kepada para penghuni Wisma Atlet agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga akan mengevaluasi proses rekrutmen relawan medis sebagai bentuk antisipasi,” ucap Herwin.

Sementara itu, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhilah, menyesalkan hal tersebut jika memang benar-benar terjadi.

“Sejauh ini, kami belum mendapat info ataupun laporan. Namun, jika benar, kami mengutuk hal tersebut karena sangat mencoreng citra profesi perawat yang saat ini sedang berjuang (menangani Covid-19),” ujar Harif, Sabtu (26/12/2020).

Harif mempersilakan pihak terkait untuk melakukan tindakan. Dia juga mendukung pemeriksaan yang sedang dilakukan oleh pihak Wisma Atlet.

“Kami persilakan pihak RSD Wisma Atlet dan Kemenkes mengambil tindakan yang diperlukan,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen yang meminta agar kasus ini diusut tuntas.

“Pengelola Wisma Atlet dan pihak yang bertanggung jawab harus bertindak tegas untuk menyelidiki kasus ini agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang baik dari oknum maupun dari tenaga kesehatan. Ini memang tidak mudah karena menyangkut kasus moral, tapi harus ada tindakan agar tidak merugikan pihak tertentu,” ujar Nabil, Sabtu (26/12/2020).(sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami