Opini

OPINI: Sudut Pandang ‘Orang Awam Masa Kini’ Tentang Covid-19

Penulis: Mulyana

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memang benar adanya dan itu ada pengasuhnya. Ada yang merawat dan membesarkannya. Bahkan ada yang menanam bibitnya karena corona memang mahal harganya. Harga alat pendeteksinya yaa mahal dan biaya diagnosanya juga mahal, tapi wajar saja karena corona memang virus import.

Corona di Indonesia memang ada. Dibawa oleh para pelancong yang pulang dari jalan- jalannya. Dibawa oleh orang asing dari luar negeri yang kemudian menular di dalam negeri. Semakin terkenal dan viral di Indonesia, mungkin kalau corona membuat akun Youtube, pasti subscribernya bisa jadi paling banyak. Jam tayangnya pun paling lama dan penghasilan iklan bisa menyaingi para Youtuber ternama.

Karena sudah terkenal, viral, mampu menembus dan menyebar keseluruh dunia, maka muncul lah ide-ide kreatif. Menambah insentif dan pikiran-pikiran negatif yang dikemas dalam sebuah bisnis atau usaha lainya.

Corona yang memang ada di Indonesia, mungkin sudah tumbuh subur dan menyebar luas semakin besar. Bisa jadi, dibesar-besarkan bisa juga diada-ada dan ada panitia khusus (pansus) yang mengadakanya demi insentif dan project.

Sebenarnya, orona itu sipatnya manja. Dia jajannya mahal, senangnya naik mobil mewah dan pesawat. Jadi, corona itu akan lebih suka tinggal bersama kemewahan. Tapi, yang terjadi kok hampir sebaliknya. Banyak orang sederhana yang miskin disebut terjangkit corona.

Sekarang semuanya kacau dan galau, bahkan mirip-mirip ke gila. Ada juga yang menggila dan tergila-gila. Corona menang luar biasa. Semua berjalan di luar logika. Kata seorang Menteri, beberapa bulan lalu: “Yang sakitlah yang harus pake masker.” Tapi yang terjadi sekarang semua orang wajib pake masker.

Aneh tapi nyata. Tapi, menurut Saya yang awam, “Semua berjalan dengan standar sesuai skenario Tuhan.” Dan hanya orang yang cerdas yang bisa mengikuti irama ini. Hanya petugas dan pejabat yang waras yang benar-benar berjuang menghadapi virus ini. Demi keselamatan warganya dan negara tercinta.

Saran saya, kepada yang mau korupsi: Korupsilah di jalan yang benar, sesuai dengan statuta korupsi yang lazim dan berlaku di Indonesia. Korupsilah dengan terhormat. Jangan melanggar aturan korupsi yang sudah ada. Biasanya korupsi, kan memakai uang rakyat yang sudah masuk dan diklaim sebagai uang negara, menyembunyikan, menggelapkan dan menyalahgunakan uang negara. Jadi, jangan mengkorupsi orang mati karena korona. Jangan korup pada orang sakit. Jangan korupsi pada situasi pandemi!

Yang jelas, semua sudah tahu tentang covid 19 ini. Bahwa ada pihak yang terbuka ada juga yang menutupi. Ada yang bersembunyi dan ada yang mengelabui. Ada yang meraup keuntungan dan ada yang memanfaatkan.

Itulah sudut pandang orang awam. Sudah miskin tak berilmu pula. Jangan tersinggung kalau benar adanya. Jangan resah kalau merasa bersalah. Jalani saja aktivitas dan hobi masing- masing.

Ingat, bumi berputar. Suatu saat akan berhenti dan keluar dari porosnya. Semua akan indah pada waktunya. Hari pembalasan akan tiba. Surga bagi yang baik dan Neraka untuk orang yang jahat.

Sekian, Sudut Pandang “Orang Awam” Masa Kini. Terima kasih.

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button