Today

Pelajar Cianjur Kangen Belajar Tatap Muka, Capek Daring Terus

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Pemerintah telah menargetkan belajar tatap muka bisa digelar Juli 2021 mendatang. Sejumlah pelajar di Cianjur pun merasa senang dan mulai menanti hal itu terwujudkan.

Cleotha (15), salah satu siswi SMP negeri Cianjur itu sangat senang ketika sekolah tatap muka ditargetkan berlangsung pada Juli mendatang. “Seneng pastinya, udah nunggu saat-saat kayak gini dateng lagi,” tutur dia kepada Cianjur Today, Rabu (24/3/2021).

Ia mengaku sudah lelah dengan pembelajaran jarak jauh yang bahkan membuat matanya cepat kelelahan ketika belajar. Tidak hanya itu, kesulitan belajar kerap dirasakan ketika internet sudah habis atau tidak berfungsi.

“Capek banget sebenernya daring terus, kepaksa pake kacamata kalau mau belajar lihat layar. Apalagi kalau internet rumah mati atau habis itu bikin pusing,” jelas dia.

Ketua Komisi D DPRD Cianjur, Sahli Saidi, mempertanyakan target sekolah tatap muka tersebut. Ia menyebut, seharusnya hal itu dilakukan saat ini juga karena yang terpenting adalah penerapan protokol kesehatan di sekolah.

“Dan kalo muridnya bisa dibagi pagi sama siang supaya tidak berdempetan muridnya di kelas. Pagi mulai jam 7 atau jam 10 nanti yang siang bisa jam 1 siang sampai jam 4 sore,” kata dia.

Sahli menyebut, saat ia SMA sempat ada sistem shift seperti itu. Bahkan, ia menilai pembelajaran daring terus menerus malah membuat anak semakin bodoh

“Kalo terlalu lama kasihan anak-anak jadi tambah bodoh. Kebanyakan sekarang pelarian anak itu main HP buka YouTube aja jadi anak-anak males belajarnya,” ujar dia.

Sejak beberapa waktu yang lalu, wacana pemberlakuan sekolah tatap muka kerap digaungkan namun selalu ditunda. Sahli pun menyinggung soal kerumunan di pabrik yang selalu terjadi.

“Sementara Karyawan pabrik berkerumunan gak ditutup pabriknya. Sekarang anak sekolah udah dijaga prokes masih diragukan ya gak pinter-pinter anak bangsa kalau begini caranya,” jelas dia.

Akalin Supaya Bisa

Sahli mempertanyakan kegunaan anggaran anggota dewan untuk bantuan Covid-19. Seharusnya itu bisa dipakai untuk fasilitas kesehatan anak sekolah agar bisa belajar dengam benar di sekolah.

“Nanti dari pemerintah juga harus membantu peralatan prokes buat sekolah-sekolah supaya aman dan bisa menjaga 5M,” kata dia.

Ia mengira, tidak menutup kemungkinan ada sejumlah sekolah yang belajar tatap muka dengan tertutup. “Mulai sekarang diakalin supaya bisa tatap muka,” jelas dia.

Vaksinasi Guru Belum Maksimal

Sebelumnya, Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal menjelaskan, vaksinasi Covid-19 untuk guru masih belum dilakukan secara maksimal. “Guru di Cianjur secara keseluruhan ada sekitar 15.000, sementara yang sudah divaksin baru 1.800 guru,” kata dia.

Yusman menjelaskan, tercapai atau tidaknya target sekolah tatap muka Juli mendatang tergantung ketersediaan vaksin. “Kalau vaksinnya tersedia pasti bisa tercapai,” ujar dia.

Apabila target tersebut tidak bisa tercapai, lanjut Yusman, sekolah bisa gelar sekolah tatap muka apabila guru-gurunya sudah mendapat vaksin. “Jika ada sekolah yang giru-gurunya belum divaksin ya tidak boleh tatap muka,” tandasnya.(afs/rez)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button