Today

Penampakan Ribuan Burung ‘Kepung’ Ciranjang, Pertanda Apa?

CIANJURTODAY.COM, Ciranjang – Ribuan burung walet hinggap di atas Jalan Cianjur – Bandung, tepatnya depan Mapolsek Ciranjang setiap sore. Burung yang sering disebut momonot itu hinggap di atas kabel jaringan listrik, telepon dan di berbagai pohon.

Konon hal ini menjadi tanda bagi warga setempat akan datangnya musim hujan. Sebaliknya jika gerombolan burung menghilang dari Ciranjang pertanda akan datang musim kemarau.

Salah seorang warga Kampung Asrama Polisi, Iwan Yusup (52), menjelaskan, burung momonot yang tiap menjelang magrib datang hanya sekadar untuk nginap di atas kabel. Bagi warga, itu sudah lazim.

Namun kadang burung yang hinggap membuat jengkel pemilik toko dan rumah di sekitarnya. Hal itu karena kotoran burung berceceran di depan toko, ruko, depan rumah milik warga. Terkadang pula menempel di mobil dan motor yang sedang parkir.

“Pada warga yang sedang jalan- jalan, parkir kendaraan di sekitar Ciranjang pada waktu menjelang magrib sampai subuh, harus ekstra hati-hati. Bisa ketiban kotoran burung,” kata Iwan kepada Cianjur Today, Sabtu (14/12/2019).

Datang dan Hilang

Kepala Desa Ciranjang, Deden Ependi, menambahkan, burung momonot setiap tahun selalu datang ke Ciranjang hingga dijadikan pertanda hujan dan kemarau. Ribuan burung tersebut entah dari mana asalnya dan entah kemana menghilangnya.

“Datang dan hilang dengan tiba-tiba,” ucap Deden.

Deden meneruskan, fenomena hinggapnua burung momonot di Ciranjang ada sejak tahun 1990-han. Menurut informasi dari mulut ke mulut, gerombolan burung yang berada di Ciranjang, itu berasal dari Australia. Mereka terbang ke Ciranjang karena berdekatan dengan genangan Waduk Cirata, tepatnya Calingcing, Jangari, Babakan Garut dan genangan air lainnya.

“Sebaliknya, bila burung hilang dari Ciranjang, itu ekspansi lagi ke Australia dan akan terjadi musim kemarau. Keberadaan gerombolan burung di Ciranjang itu hanya sekitar dua sampai tiga bulan lamanya,” tandasnya.(ct5)

Reporter: Apip Samlawi
Editor: Reza Parahyangan

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button