CIANJURTODAY.COM – Berikut adalah pengertian, syarat, dan jenis-jenis zakat. Menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam, untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Secara Bahasa kata “zakat” berarti tumbuh, berkembang, subur, atau bertambah. Zakat berasal dari bentuk kata “zaka” yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang.

Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan zakat dapat menambah pahala banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. at-Taubah [9]: 103).

Menurut istilah dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Bagi orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki, sedangkan orang yang menerima zakat disebut Mustahik.

Penerima Zakat

  • 1 Fakir, merupakan mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
  • 2 Miskin, adalah mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.
  • 3 Amil, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
  • 4 Mualaf, merupakan mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan, untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
  • 5 Riqab, budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.
  • 6 Gharimin, mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
  • 7 Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
  • 8 Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Jenis-jenis Zakat

Zakat dibagi menjadi dua jenis yakni zakat fitrah dan zakat mal.

1 Zakat Fitrah (zakat al-fitr) merupakan zakat yang diwajibkan bagi semua orang baik lelaki dan perempuan muslim, yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan.
2 Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya, tidak bertentangan dengan ketentuan agama.
Zakat mal terdiri atas uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, dan lain-lain.

Mengenai zakat mal telah diatur dalam UU No 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014 yang telah diubah dua kali dengan perubahan kedua adalah Peraturan Menteri Agama No 31/2019.

Adapun zakat mal meliputi :

  • 1 Zakat emas, perak, dan logam mulia lainnya yang telah mencapai nisab dan haul.
  • 2 Zakat berupa uang dan surat berharga lainnya yang telah mencapai nisab dan haul.
  • 3 Zakat perniagaan dikenakan atas usaha perniagaan yang telah mencapai nisab dan haul.
  • 4 Zakat pertanian, perkebunan, dan kehutanan, dikenakan atas hasil pertanian, perkebunan dan hasil hutan pada saat panen.
  • 5 Zakat peternakan dan perikanan, dikenakan atas binatang ternak dan hasil perikanan yang telah mencapai nisab dan haul.
  • 6 Zakat pertambangan dikenakan atas hasil usaha pertambangan yang telah mencapai nisab dan haul.
  • 7 Zakat perindustrian dikenakan atas usaha yang bergerak dalam bidang produksi barang dan jasa.
  • 8 Zakat pendapatan dan jasa, yang dikenakan atas hasil profesi pada saat menerima pembayaran, zakat ini dikenal juga sebagai zakat profesi atau zakat penghasilan.
  • 9 Zakat rikaz dikenakan atas harta temuan, dimana kadar zakatnya adalah 20 persen.

Syarat Zakat Mal dan Zakat Fitrah

Adapun syarat-syarat sebelum berzakat, sebagai berikut:

  • 1 Harta yang dikenai zakat harus memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
  • 2 Harta yang dikeluarkan untuk zakat harus merupakan milik penuh, halal, cukup nisab, dan haul.
  • 3 Syarat haul tidak berlaku untuk zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, pendapatan dan jasa, serta zakat rikaz.
  • 4 Untuk zakat fitrah sebagai berikut harus beragama Islam, hidup pada saat bulan ramadhan, memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya idul fitri.(ega/rez)

Sumber: Baznas