Pendidikan

Penggunaan Tanda Koma yang Baik dan Benar Berikut Contohnya

CIANJURTODAY.COM – Berikut Cianjur Today ulas jenis-jenis, fungsi dan contoh penggunaan tanda koma yang baik dan benar. Sebab, terkadang kita keliru menggunakan tanda baca satu ini ketika membuat sebuah karya tulis.

Koma merupakan sebuah tanda yang digunakan pada kalimat. Biasanya tanda berfungsi untuk memberikan jeda baca dalam kalimat yang terdiri dari berbagai jenis. Simak ulasannya!

Tanda Koma Seri (1)

Dipakai di antara suatu unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Contoh: Tahu, tempe, dan tauco merupakan makanan olahan kedelai yang sehat.
Dipakai sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Contoh: 1,5 Kg, 30,7 m, Rp 450,00.

Tanda Koma Seri (2)

Digunakan sebelum kata penghubung yang berfungsi memberi jeda sebelum kata penghubung seperti, sedangkan, tetapi, melainkan, kata majemuk (setara).

Contoh:
1) Seminggu yang lalu saya mengirim surat, tetapi belum dibalas juga.
2) Saya tidak makan pisang, melainkan makan apel.

Tanda koma yang digunakan di belakang kata atau ungakapan penghubung antarkalimat. Seperti: Oleh karena itu, meskipun demikian, sehubungan dengan itu, dan dengan demikian.

Contoh :
1) Adi bukan orang kaya. Meskipun demikian, ia selalu rajin belajar.
2) Saat ini virus Covid telah membaik. Sehubungan dengan itu, Pemerintah mulai membuka kembali sekolah-sekolah.

Tanda Koma (3)

Tanda koma yang digunakan sebelum maupun sesudah kata seru. Seperti: o, ya, wah, aduh, hai. Digunakan juga setelah kata sapaan, seperti: Bu, Dik, Nak, Pak.

Contoh:
1) Wah, menarik sekali, ya!
2) Pak, kapan pergi lagi ke Kampung?
3) Hai, apa kabar?

Tanda koma yang dipakai untuk memisahkan petikan langsung, dari bagian lain dalam suatu kalimat.

Contoh:
1) Ibu saya selalu mengatakan, “Tetaplah menjadi orang jujur, dimanapun.”
2) “Tetaplah menjadi orang jujur, dimanapun.” Pesan ibu saya, “Karena kejujuran adalah hal yang paling penting, dalam hidup.

Namun tanda koma, ini tidak digunkan untuk memisahkan petikan langsung berupa kalimat tanya, perintah, atau kalimat seru di bagian lain yang mengikutinya.

Contoh:
1) “Dimana saudara tinggal?” tanya pak Lurah.

Tanda Koma (4)

Tanda koma yang digunakan di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, kemudia (d) nama tempat dan wilayah atau negeri. Dimana semuanya ditulis secara berurutan.

Contoh:
1) Sdr. Wawan, Jalan Bakti 1, Kelurahan Melati, Kecamatan Cianjur. Jawa Barat 45460.
2) Jakarta, Indonesia.
3) Jepang, 5 Mei 1999

Tanda koma yang digunakan di antara nama orang, dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya. Dipakai untuk membedakan nama singkatan diri, dan marga keluarga.

Contoh:
1) Nina Santoso, S.H., S.E.
2) Ny. Gina, M.A.
3) Fahmi Satya, S.H., M.Hum.

Tanda Koma (5)

Tanda koma yang digunakan untuk memisahkan nama yang dibalik, dalam penulisan daftar pustaka.

Contoh:
1) Lestari, Indri. 2006. Berbahasa Indonesia yang Baik. Surabaya: Graha Media.
2) Rahayu, Siti dan Rani Lembayung. 1999. Dibalik Gorden Usang. Palembang: Rumah Sastra.

Tanda koma yang digunakan dalam catatan kaki, atau catatan akhir.

Contoh:
1) Indri Lestari, Berbahasa Indonesia yang Baik (Surabaya : Graha Media, 2006), hlm 31.
2) Ahmad Anggara, Tips Budidaya Ikan Cupang ( Bandung : Senja Media, 2008), hlm 12.

Tanda Koma (6)

Tanda koma yang digunakan untuk mengapit keterangan tambahan, atau keterang aposisi.

Contoh :
1) Rena, Siswa SMP Tunas Bangsa, merupakan anak Pak Budi.
2) Di Surabaya, misalnya, masih banyak anak pintar yang tidak terdukung fasilitas belajar dari pemerintah.

Tanda koma yang digunakan dibelakang keterangan, yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca atau salah pengertian.

Contoh :
1) Dalam pengembangan bahasa, kita dapat memanfaatkan bahasa daerah.
2) Sapi itu digulingkan pemotong, sehingga mudah dibersihkan.

Itulah ulasan singkat mengenai penggunaan tanda koma baik dan benar berikut contohnya, yang kami rangkum dari berbagai sumber. Semoga beemanfaat!(ega/rez)

Artikel: Berbagai Sumber | Foto: Pixabay

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close
Close