Today

Perahu Nelayan Terhempas di Pantai Jayanti, Satu Orang Meninggal Dunia

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Sebuah perahu nelayan terhempas gelombang tinggi di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, pada Rabu (14/7/2021) dini hari.

Dikabarkan, satu orang nelayan meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Kejadian nahas perahu terhempas tersebut menimpa dua orang nelayan, yakni Tarmudi (40) dan Jamal (48), warga Desa/Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.

Kejadian itu berawal saat perahu dengan nama lambung Margo Tunggal melego jangkar di Pelabuhan Jayanti, Cidaun, Cianjur. Sesaat kemudian, datang gelombang tinggi dan menghempaskan perahu yang mereka tumpangi.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, jajarannya mengetahui kejadian perahu nelayan terhempas di Pantai Jayanti tersebut, setelah menerima laporan dari nelayan setempat. Peristiwa itu terjadi Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 03.00 Wib.

Deden menjelaskan, dalam kejadian itu seorang nelayan dilaporkan meninggal dunia dan satu nelayan lainnya masih dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.

“Berdasarkan laporan, awalnya perahu Margo Tunggal itu turun jangkar di Pelabuhan Jayanti. Namun, datang gelombang tinggi yang menyebabkan perahu terhempas. Sementara, data yang kami miliki seorang nelayan, Tarmudi dilaporkan meninggal, dan rekannya Jamal masih belum ditemukan dan dalam proses pencarian. Keduanya merupakan nelayan asal Cirebon,” kata Deden, saat dihubungi Cianjur Today, Rabu (14/7/2021).

Deden menyebutkan, untuk membantu proses pencarian korban, jajarannya menerjunkan satu tim rescue yang bergabung dengan unsur SAR yang ada di kewilayahan.

“Satu tim rescue diterjunkan dengan dilengkapi peralatan penunjang. Seperti palsar, alat komunikasi, motor trail, peralatan medis, alat pelindung diri bagi personel, serta perahu karet,” paparnya.

Deden menambahkan, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) proses pencarian korban akan dilakukan selama satu pekan. Namun, Deden berharap, korban dapat segera ditemukan.

“Sesuai SOP, proses pencarian selama tujuh hari. Kami bergabung dengan unsur SAR yang ada di kewilayahan. Semoga saja, korban segera kami temukan,” tutup Deden.(afs/sis)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button