OpiniPendidikan

Peran Para YouTuber Dalam Memeriahkan Politik di Indonesia

Pemuda adalah orang atau individu yang masih muda, menurut Pasal 1 Ayat (1)  UU Kepemudaan menyebutkan bahwa “pemuda adalah warga negara indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun”.

Dalam UU tersebut disebutkan bahwa pemuda memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan hal ini dapat diartikan bahwa pertumbuhan dan perkembangan pemuda sedang pada fase yang sangat penting, dalam usia 16-30 tahun biasanya manusia sedang aktif melakukan aktivitas dan pemikirannya pun masih sangat stabil sehingga hubungan pemuda dan politik di Indonesia tidak dapat dipisahkan.

Peran Pemuda Dalam Sejarah Politik Indonesia

Peran pemuda tidak dapat dilepaskan dalam sejarah perpolitikan Indonesia. Pemuda mempunyai peranan penting dalam kelangsungan perpolitikan Indonesia. Dimulai dari peristiwa “Sumpah Pemuda” yang menjadi cikal bakal persatuan bangsa Indonesia.

Pemuda juga ikut terjun dalam perpolitikan Negara Indonesia pada peristiwa G30S/PKI para mahasiswa menerbitkan TRITURA yang berisi tuntutan rakyat Indonesia. Kemudian, pada saat Peristiwa MALARI 1974 para mahasiswa memprotes kebijakan modal asing yang dicanangkan oleh pemerintah, dan pada puncaknya, pada 1998 para pemuda menuntut Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya.

Pada zaman sebelum tahun 2000-an, pemuda banyak menyuarakan aspirasi dan gagasan-gagasan politiknya di jalanan (demonstrasi). Namun, pada tahun ini para pemuda tidak hanya turun kejalan untuk meramaikan perpolitikan Indonesia. Pada tahun 2019 ini, Republik Indonesia sedang diramaikan dengan adanya pemilu Legislatif dan pemilu Eksekutif yang biasa diartikan sebagai Pesta Demokrasi. Di zaman digital saat ini, para pemuda melakukan hal yang sangat luar biasa yaitu ikut meramaikan pesta demokrasi dan politik negeri ini dengan cara mengunggah video-video ke media YouTube. Para pemuda yang mengunggah video-video mereka di media ini disebut dengan nama YouTuber.

Media sosial memberikan peran penting dalam politik di Indonesia. Saat ini, masyarakat sangat marak menggunakan media sosial, dan pada saat ini di media sosial sangatlah banyak berita politik. Hal itu mendorong masyarakat untuk melek atau memahami politik.

Pada zaman digital saat ini, pemuda sangat antusias menyambut pesta demokrasi Indonesia, banyak para pemuda yang mengunggah video mereka di media YouTube, seperti : SkinnyIndonesian24, Asumsi dan Opini Id. Para YouTuber menyajikan konten-konten yang menarik yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat untuk lebih memahami politik secara santai.

Berikut beberapa rincian mengenai Channel YouTube di atas:

SkinnyIndonesian24

YouTuber ini menjadi sorotan utama pada pesta demokrasi kali ini dikarenakan kontennya yang sangat menarik perhatian yang berjudul “Prabowo VS Jokowi – Epic Rap Battles Of Presidency”. Saya sangat menikmati konten ini dikarenakan pada konten ini mereka menirukan calon-calon presiden dan berdebat menggunakan hip-hop.

Asumsi

YouTuber yang satu ini sangat identik dengan diskusi-diskusi yang santai. Hal ini menarik perhatian saya dikarenakan jika saya melihat debat-debat di televisi, saya sangat merasa kesal karena para narasumber selalu saling melontarkan kata dengan nada-nada yang tinggi. Berbeda dengan Channel YouTube ini, Asumsi memberikan diskusi-diskusi yang santai antar tokoh politik, tidak seperti di televisi, di Channel YouTube ini kita dapat melihat sisi lain para politikus dalam berdiskusi.

Opini Id

Berbeda dengan kedua Channel di atas, Channel ini memberikan guyonan-guyonan seputar perpolitikan di Indonesia. Pasalnya, channel ini sering mengkritik kebijakan dan ucapan-ucapan pemerintah maupun politikus yang ngawur. Hal ini, dibarengi dengan pembahasan yang simpel, sehingga mudah dipahami oleh kaum awam seperti saya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan YouTube lebih berpengaruh terhadap preferensi politik para pemuda, di antaranya:

Menggunakan Bahasa yang Mudah Dipahami.

Jika kita menonton acara politik di televisi, terkadang kita tidak akan mengerti sepenuhnya tentang apa yang politisi bicarakan. Namun, berbeda ketika kita melihat acara politik di YouTube, maka kita akan berpikiran lain karena di YouTube, para politisi menggunakan bahasa-bahasa yang ringan dan mudah dipahami.

Konsep Acara yang Menarik.

Biasanya, acara politik di televisi menghadirkan kesan yang sangat formal para politisi biasa datang ke tempat acara menggunakan jas, meja antara politisi satu dan yang lainnya tidak terlalu dekat dan hal itulah yang saya rasa menjadikan acara politik televisi menjadi sangat kaku. Berbeda dengan acara politik di YouTube, para politisi menggunakan pakaian yang tidak seperti itu, contoh pada acara pangeran mingguan di channel Asumsi, para politisi diberikan tempat duduk berhadapan dengan hanya satu meja dan diberikan segelas kopi yang menambah kesan santai dan tidak kaku.

Tempat Acara yang Sangat Menarik.

Jika di televisi acara politik biasa diselenggarakan di sebuah studio yang sudah ditata sedemikian rupa, hal itu sangatlah berbeda dengan acara politik yang ada di YouTube. Tempat acara politik di YouTube terkesan santai, biasanya tempat acara politik yang ada di YouTube adalah di kafe dan hal itu yang menambah daya tarik YouTube.

Pada dasarnya pemuda dan politik memang tidak dapat dipisahkan banyak peristiwa-peristiwa politik di Indonesia yang dipengaruhi oleh pemuda. Ciri khas tersebut tidak hilang sampai saat ini. Para pemuda tetap peduli dengan politik Indonesia, namun tidak seperti cara-cara yang dilakukan pada saat dahulu. Pada masa ini, para pemuda memeriahkan politik dengan cara yang lebih modern, para pemuda tidak akan bisa lepas dari politik meskipun jaman sudah berganti.

Perkenalkan nama saya Iden Ridwan Mulyana, lahir di Cianjur, 09 September 2001, saat ini hobi saya adalah fotografi. Saya sedang berkuliah di Universitas Jenderal Achmad Yani jurusan Ilmu Pemerintahan dan saya bercita-cita untuk dapat menjadi seorang negarawan yang dapat dipercaya oleh masyarakat.(*)

Ditulis Oleh: Iden Ridwan Mulyana, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Ahmad Yani

Berikan Komentar Kalian

Back to top button