Today

Perayaan Natal di Gereja Santo Petrus Cianjur Digelar Secara Virtual

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Perayaan natal di Gereja Katolik Santo Petrus Cianjur akan dilakukan secara online atau virtual. Hal itu dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten yang jumlahnya semakin meningkat.

Ketua Panitia Natal Gereja Katolik Santo Petrus Cianjur, Dionisius Indarintoko mengatakan, kegiatan rangkaian natal secara tatap muka terbatas dan virtual dilakukan agar semua umat dapat terlayani dengan baik.

“Jadi puji tuhan kami di Gereja Katolik Santo Petrus Cianjur ini, untuk perayaan dalam rangkaian peringatan natal itu kami akan lakukan secara virtual, kita pakai streaming,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (24/12/2020).

Dionisius menilai, cara yang dilaksanakan seperti saat ini dapat berjalan dengan baik untuk yang tatap muka maupun streaming.

“Untuk tatap muka, protokol kesehatan kami sudah menyiapkan sedemikian rupa, karena sebenarnya protokol kesehatan ini sudah kami berlakukan setiap minggu. Sehingga sebetulnya sudah tidak aneh bagi umat kami di Gereja Katolik Santo Petrus Cianjur ini,” ungkapnya.

Namun, kata dia, khusus perayaan natal ini pihaknya menerapkan beberapa protokol yang harus dipatuhi, termasuk di sisi bagian depan gereja betul-betul sudah atur mulai dari jemaat datang.

“Kami sudah mengatur sedemikian rupa untuk mengikuti antrian. Setelah itu mereka akan diarahkan oleh petugas prosedur standar protokol kesehatan Covid-19 yang kami sepakati bersama, mulai dari cuci tangan, cek suhu, wajib pakai masker, dan menjaga jarak,” bebernya.

Selain itu, ia menjelaskan, di dalam gedungnya pun jarak antar kursinya sudah diatur sedemikian rupa supaya tidak berdekatan, dan memberlakukan maksimal 30 persen.

“Kemudian kami panitia dalam rangka untuk mematuhi protokol kesehatan, juga membuat aturan yang ketat bahwa kami mempunyai delapan lingkungan. Dalam kondisi normal nantinya mereka bisa datang langsung secara bersama-sama,” imbuhnya.

Akan tetapi, lanjut Dionusius, kali ini diatur untuk malam itu hanya tiga, pagi tiga dan sore dua. Sehingga yang hadir di gereja akan sangat terbatas

“Selebihnya, umat akan kami layani melalui streaming,” pungkasnya.(afs/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button