Opini

Perempuan Harus Punya Kemauan Keras dan Berprestasi di Berbagai Ranah Pekerjaan

CIANJURTODAY.COM, Gekbrong – Memperingati Hari Perempuan Internasional 2021 yang jatuh pada hari ini, Senin (8/3/2021), ada banyak prestasi yang sudah ditorehkan perempuan di berbagai ranah kehidupan, termasuk hadir dan berperan penting dalam sejumlah posisi krusial pekerjaan.

Salah seorang pengusaha properti di Cianjur yang juga menjabat sebagai Manager di Perumahan Puncak Manis Gekbrong, Hj Nurlaela Sarhindi (42) mengatakan, seorang perempuan harus bisa mengerjakan pekerjaan apapun, baik itu pekerjaan yang dilakukan di dalam ruangan (indoor) maupun pekerjaan yang dilakukan di luar ruangan (outdoor). Selama perempuan punya kemauan keras dan kemampuan mumpuni, tak ada yang tak mungkin untuk dilakukan.

“Perempuan dan laki-laki yang membedakan hanya peran secara biologis. Tapi secara peran kultur, kemampuan perempuan dan laki-laki bisa sama. Sebab, laki-laki belum tentu lebih unggul dari pada perempuan, termasuk salah satunya dalam memimpin sebuah perusahaan,” ujarnya kepada Cianjur Today, Senin (8/3/2021).

Nurlaela menyebut, saat ini peluang untuk mengenyam pendidikan bagi perempuan sudah terbuka lebar. Banyak ranah yang bisa dipilih perempuan untuk menambah kemampuan dan keahlian, salah satunya adalah bisnis di bidang properti.

“Selain background pendidikan yang mendukung, juga pengalaman bekerja di berbagai aspek yang berkaitan dengan dunia properti menjadi bekal berharga untuk tampil maksimal dalam pekerjaan. Namun hal yang paling utama, tentunya ada dukungan dari keluarga,” ungkap istri dari H Ir Irvan Mustofa ZM ini.

Bagi dirinya yang merupakan pengusaha properti dengan beban tanggung jawab besar, dukungan suami dan anak merupakan hal penting demi mendukung kariernya. Sebab, lanjutnya, mereka tidak akan menuntut waktu dan perhatian selama kita bisa membagi waktu dengan tepat. Sehingga, kapan waktu untuk bekerja dan bersama keluarga sebisa mungkin bisa dikelola dengan baik, serta tidak membiasakan membawa pekerjaan pulang ke rumah.

“Dukungan mereka hal penting bagi saya, bahkan kadang-kadang saya suka sharing sama suami dan anak, jika ada kendala dalam pekerjaan. Alhamdulillah so far, masukan dari mereka sangat bermanfaat,” papar ibu dari lima orang anak ini.

Jika seorang perempuan menjadi wanita karier, sambungnya, bukan berarti dia tidak bisa mengelola rumah tangga. Karena, menurutnya, pengelolaan rumah tangga merupakan tanggung jawab bersama, yaitu suami dan istri.

“Cara saya membagi waktu antara karier dan keluarga,
sebisa mungkin sebelum berangkat kerja, menyiapkan sarapan dan membiasakan sarapan bersama. Bahkan kadang-kadang olahraga bersama meskipun hanya joging atau main badminton bareng anak-anak atau bisa juga rutin menjemput anak les, malamnya mengajar anak mengaji dan mengerjakan PR hingga menemani anak sampai tertidur,” tuturnya.

Ia berharap, semua perempuan di seluruh dunia, apapun agama, ras, dan etnisitas, pendidikan, latar belakang, dan kiprahnya dalam kehidupan ini, bisa melakukannya sebaik mungkin.

“Semua perempuan berhak memperoleh kesetaraan dan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga perempuan bisa lebih optimal dan berprestasi di bidangnya masing-masing,” tandasnya.(ct9/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button