Pendidikan

Perkuat Konsolidasi, Mahasiswa se-Pulau Jawa Sepakat Kawal Berbagai Isu Kekinian

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Mahasiswa sebagai agen perubahan bangsa dituntut untuk kritis dan peka terhadap berbagai isu kekinian. Mengingat, mahasiswa memiliki peran penting dalam pembangunan, khususnya di Kabupaten Cianjur.

Digawangi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cianjur, Koordinator BEM dan Presma Nusantara se-Pulau Jawa pun menggelar pertemuan di Desa Rancagoong, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, pada Kamis (25/3/2021).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menakar efektivitas peran mereka sebagai pemuda desa di tengah masa pandemi Covid-19. Hal tersebut sesuai dengan hasil konsolidasi pratemu Aliansi BEM Cianjur yang digelar pada Sabtu (20/3/2021) di Villa Kota Bunga Cipanas.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh enam perguruan tinggi. Di antaranya BEM Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, BEM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhari Cianjur, BEM Sekolah Tinggi Islam Nahdatul Ulama (Stais) Sukabumi, BEM Universitas Islam (UI) Bandung, dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Sukabumi.

Presiden Mahasiswa Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Ahmad Abdul Latif menuturkan, setelah terlaksananya kegiatan tersebut diharapkan lebih peka dalam menyikapi dan mengawal masalah lokal, regional, nasional, maupun internasional.

“Selepas kegiatan ini, besar harapan saya agar ke depannya seluruh mahasiswa dapat lebih peka dalam menyikapi dan mengawal masalah kesenjangan sosial dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya kepada Cianjur Today, Minggu (28/3/2021).

Ahmad mengatakan, dari pertemuan silaturahmi pada hari pertama menghasilkan gagasan untuk berkegiatan di pedesaan. Tepatnya di Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur dengan tema ‘Satu Langkah Kecil untuk Desa Menuju Kemandirian’.

“Kami berusaha menjalin erat kedekatan bersama dengan seluruh kampus di wilayah Jawa, demi membumikan kembali marwah mahasiswa dan berkegiatan bersama dengan masyarakat di pedesaan,” ungkapnya.

Senada, Koordinator BEM Nusantara se-Pulau Jawa, Taufik Sirajudin berharap, agar apapun kontribusi yang diberikan mahasiswa dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Hari ini mereka harus benar-benar memiliki nilai yang kontribusinya dapat dirasakan langsung oleh berbagai pihak, khususnya untuk masyarakat,” paparnya.

Ia menyebut, mahasiswa tidak boleh hanya sekadar memberikan kritik dan gagasan saja, namun mampu membuktikan seluruh idenya dalam tindakan nyata.

“Mereka dituntut mampu beraksi nyata dalam kehidupan masyarakat, sehingga gagasannya tidak dianggap omong kosong belaka,” tutupnya.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button